Anleg Parimo Minta Pemda Transparansi Soal CSR dari Ritel Modern

PARIMO, theopini.id Anggota Legislatif (Anleg) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah Sugiarto Rerungan minta Pemerintah Daerah (Pemda) agar transparansi soal aliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari ritel modern yang beroperasi di wilayah setempat.

Sebab, ia menilai, aliran dana CSR dari ritel modern di Kabupaten Parimo ini, tidak terasa manfaatnya untuk pembangunan daerah.

Baca Juga: Libatkan Polda Sulteng, Polres Parimo Segera Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal

“CSR dari ritel modern ini di daerah lain, seperti Kota Palu sangat terasa manfaatnya terhadap pembangunan daerah,” kata Sugiarto, Anggota Komisi II DPRD Parimo, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di Parigi, Selasa, 20 Mei 2025.

Bahkan, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu beberapa kali mengubah pembangunan taman dengan anggaran puluhan miliar yang berasal dari CSR.

Olehnya, ia berharap Pemda Parimo bisa lebih transparan atas jumlah CSR dari ritel moder yang mengantongi izin untuk beroperasi di Kabupaten Parimo, seperti Alfamidi dan Indomart.

Sebab, Kepala Bapenda Parimo, Muhammad Yasir mengaku CSR merupakan kewenangan langsung pimpinan daerah untuk mengarahkan dana tersebut ke dalam satu program.

Dengan keadaan ini, Sugiarto merasa miris. Ditambah lagi, seluruh ritel modern tidak menjual produk pertanian hasil dari petani di Kabupaten Parimo.

“Ini penting untuk dicermati dan dikaji lebih lagi dalam lagi oleh OPD terkait,” kata dia.

Baca Juga: Pimpin Upacara Harkitnas 2025, Wagub Sampaikan Amanat Menkomdigi

Sebab, keberadaan dana CSR sangat berarti bagi pembangunan daerah, khususnya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Parimo.

“Saya berharap kepemimpinan Bupati Parimo selanjutnya, masalah ini bisa kita bicarakan kembali,” pungkasnya.

Komentar