800 Peserta Gugur, Seleksi Penerimaan Polri di Sulteng Semakin Ketat

PALU, theopini.id Seleksi penerimaan anggota Polri terpadu tahun anggaran 2025 di Polda Sulawesi Tengah memasuki babak baru yang menegaskan ketatnya persaingan.

Dari total 946 peserta yang mengikuti tahapan awal seleksi, hanya 146 orang yang dinyatakan lolos ke tahap pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap II.

Baca Juga: Bupati Sigi: ASN Harus Siap Bangun Daerah, Bukan Sekadar Cari Status

Sidang penentuan kelulusan digelar Rabu malam, 28 Mei 2025 di Auditorium Universitas Tadulako Palu, dipimpin langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Anton Sudjarwo dan dihadiri panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta seluruh peserta.

“Dari hasil seleksi, sebanyak 800 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan terpaksa harus menghentikan langkah mereka di tahap awal ini,” ungkap Kombes Anton.

Ia menyebutkan, keputusan ini diambil berdasarkan kuota dan norma-norma seleksi yang telah ditetapkan panitia pusat.

Beberapa indikator penentu kelulusan antara lain hasil rikkes tahap I, nilai antropometri, kesamaptaan jasmani, dan psikotes. “Peserta yang nilai ujiannya di bawah standar, khususnya dengan skor di bawah 61, otomatis tidak bisa lanjut,” jelasnya.

Adapun 146 peserta yang berhasil lolos terdiri dari:

1.            11 peserta Akpol, terdiri dari 10 pria, 1 wanita

2.            120 peserta bintara, terdiri dari 104 pria, 16 wanita

3.            15 peserta tamtama, yang seluruhnya merupakan peserta pria

Kombes Anton pun memberikan semangat kepada peserta yang lolos agar mempersiapkan diri dengan maksimal menghadapi Rikkes tahap II.

Ia juga memberi pesan khusus bagi yang belum berhasil. “Jangan berkecil hati. Evaluasi, benahi kekurangan, dan siapkan diri untuk kesempatan di tahun berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Siswa SMP Negeri 1 Parigi Raih Beasiswa ke SMA Taruna Nusantara Magelang

Tingginya angka peserta yang gugur menunjukkan bahwa seleksi penerimaan anggota Polri bukan sekadar ajang biasa, melainkan proses serius yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan psikologis secara menyeluruh.

Komentar