Evakuasi Longsor Parimo Terkendala Medan dan Cuaca Buruk

PARIMO, theopini.id — Proses evakuasi korban tanah longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah masih menghadapi tantangan berat.

Medan ekstrem dan lokasi kejadian yang berada jauh di dalam kawasan hutan membuat tim penyelamat harus menempuh perjalanan kaki selama lima jam untuk mencapai titik longsor.

Baca Juga: Satu Keluarga Hilang di Gunung Talenga, Diduga Tertimbun Longsor Saat Mencari Kayu

“Lokasi kejadian berada di tengah hutan, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama lima jam. Korban adalah pekerja pencari kayu yang tinggal sementara di pinggir sungai, tepat di bawah tebing gunung yang longsor,” jelas Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, saat dihubungi dari lokasi, Senin, 23 Juni 2025.

Gubernur Sulawesi Tengah, H Anwar Hafid telah menginstruksikan BPBD, untuk turun langsung ke lokasi dan memastikan evakuasi serta kebutuhan logistik berjalan maksimal.

“Instruksi Gubernur Anwar Hafid adalah memastikan korban segera dievakuasi dan seluruh kebutuhan logistik di posko terpenuhi,” kata Akris.

Ia mengungkapkan, setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan jajaran Polri, TNI, BPBD Kabupaten Parimo, serta perangkat desa dan masyarakat setempat.

Pertemuan di posko menghasilkan langkah-langkah strategis, untuk melanjutkan pencarian lima korban lainnya yang diduga tertimbun material longsor dan kendaraan truk.

Hingga Senin sore, dua jenazah telah ditemukan. Salah satunya berhasil diidentifikasi sebagai almarhum Ijal (28), sementara jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi menggunakan alat sidik jari milik Polri.

“Dua korban ditemukan dalam kondisi membusuk, diduga mereka tertimpa longsor saat tertidur karena ditemukan memakai sarung. Perkiraan kejadian saat hujan deras pada malam Selasa, 17 Juni lalu,” jelasnya.

Jenazah yang telah ditemukan langsung dibawa ke posko Desa Tirtanagaya sekitar pukul 19.55 WITA, lalu dikebumikan di pekuburan Desa Anutapura sesuai kesepakatan keluarga.

Akris juga menyebut, alat berat masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu mempercepat evakuasi korban yang tersisa.

Baca Juga: Operasi Pencarian Korban Longsor Dilanjutkan, Tim SAR Tambahan Dikerahkan

“Kita doakan bersama, semoga proses pencarian sisa korban bisa segera tuntas dengan bantuan alat berat,” ujarnya.

Untuk mendukung operasi evakuasi, logistik di posko telah disuplai oleh Dinas Sosial, Polri, serta bantuan dari masyarakat.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar