Dorong Warga Mandiri, Pemprov Gorontalo Siapkan Bantuan Modal Usaha

BOALEMO, theopini.idPemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mendorong masyarakat penerima bantuan sosial untuk tidak sekadar bergantung pada bantuan, tetapi menjadikannya sebagai modal untuk mandiri secara ekonomi.

“Bantuan ini jangan hanya habis untuk makan hari ini. Kalau ada program bantuan modal, manfaatkan untuk usaha. Jangan dipakai bayar utang atau keperluan yang sifatnya konsumtif,” tegas Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat menyerahkan bantuan dalam program BLP3G di Kecamatan Paguyaman dan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Rabu, 2 Juli 2025.

Baca Juga: Pemprov Gorontalo Tekankan Peran Pemimpin OPD dalam Penyusunan Renstra

Selain BLP3G, kata dia, Pemprov Gorontalo juga memiliki program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan bantuan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PK).

Bantuan ini, ditujukan untuk masyarakat yang memiliki usaha kecil, seperti warung atau usaha rumahan, yang telah berjalan minimal dua tahun.

“Kalau usahanya berkembang, bantuan modal awal Rp2,5 juta bisa ditambah menjadi Rp5 juta di tahun berikutnya. Tapi syaratnya jelas, harus dipakai untuk mengembangkan usaha. Ini untuk membantu masyarakat supaya tidak terus bergantung pada bantuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, disalurkan pula bantuan BLP3G berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 1 kilogram, dan telur 10 butir untuk 319 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di dua kecamatan.

Meski jumlahnya terbatas, Idah berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan dasar warga untuk sementara waktu.

“Seperti di Desa Kuala Lumpur, dari 19 orang yang diajukan hanya 10 yang bisa kami bantu. Ini bukan karena kami tidak mau, tapi memang anggaran terbatas. Kalau tidak ada efisiensi, tentu kami bantu semua,” jelasnya.

Idah juga mengingatkan masyarakat, untuk tidak melupakan aspek kesehatan. Ia mendorong warga agar rutin memeriksakan diri ke puskesmas.

Apalagi, seluruh biaya pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kolesterol, asam urat, kesehatan mata hingga jantung, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Baca Juga: Pemprov Gorontalo Tekankan MUI Mitra dalam Pembangunan Keagamaan dan Sosial

“Biaya cek kesehatan itu sebenarnya Rp600 ribu, tapi pemerintah sudah bayar semua. Jadi jangan takut atau malas ke puskesmas. Kalau ada penyakit, lebih baik ketahuan lebih awal supaya bisa cepat ditangani,” imbaunya.

Tak hanya itu, dalam kunjungannya di Kecamatan Paguyaman, pemerintah juga menyerahkan bantuan bahan baku ikan untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di Boalemo, sebagai bagian dari program Dinas Perikanan Provinsi Gorontalo.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar