GORONTALO, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menekankan, keberhasilan pembangunan lima tahun ke depan sangat ditentukan oleh kualitas dokumen perencanaan strategis setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam kegiatan tindak lanjut verifikasi pelaksanaan Forum Perangkat Daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sofian Ibrahim menyerukan, pentingnya kepemimpinan aktif dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) OPD.
Baca Juga: DPRD Gorontalo Tetapkan Perda Penyelenggaran Kesehatan dan Kearsipan
“Renstra ini bukan dokumen formalitas. Ini dokumen perjalanan OPD, dan perannya sangat menentukan arah kebijakan daerah. Karena itu, penyusunannya harus dikawal langsung oleh pimpinan, bukan hanya staf,” tegas Sofian di Kecamatan Telaga, Kamis, 29 Mei 2025.
Menurutnya, banyak perencanaan tahunan kehilangan makna karena tidak berpijak pada kerangka Renstra yang kuat dan selaras dengan visi-misi kepala daerah.
Hal ini, menjadi perhatian serius mengingat Renstra saat ini akan menjadi bagian tak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sedang dalam proses penyusunan.
“Kalau dari awal arah strategisnya lemah, kita akan sulit menjaga kesinambungan pembangunan. Maka kualitas Renstra sangat tergantung pada sejauh mana pimpinan OPD terlibat langsung dalam prosesnya,” tambah Sofian.
Lebih dari sekadar dokumen, Renstra juga diharapkan menjadi pintu masuk penyusunan proses bisnis dan manajemen mutu internal OPD. Ini penting agar seluruh kegiatan memiliki tolok ukur yang terencana, terstruktur, dan berbasis target jangka panjang.
Baca Juga: Gubernur Gorontalo Ingatkan Dampak Sosial dan Lingkungan Akibar Pertambangan
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Wahyudin A. Katili menjelaskan, kegiatan verifikasi dan pembahasan Renstra ini akan dilakukan intensif selama tiga hari, dengan pendekatan desk bimbingan per OPD bersama mitra bidang masing-masing di Bappeda.
“Kami tidak keberatan mengorbankan waktu libur karena dokumen ini sangat krusial. Tanpa Renstra yang solid, arah pembangunan bisa kehilangan pijakan,” ujarnya.












