Disdikbud Parimo Andalkan “Topompa Guru” untuk Percepat Digitalisasi Pengajaran

PARIMO, theopini.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, terus berinovasi untuk menjawab tantangan transformasi pendidikan, khususnya dalam penguasaan teknologi oleh tenaga pendidik.

Melalui program bertajuk “Peta Guru dalam Pendidikan”, Disdikbud Parimo meluncurkan aksi perubahan untuk meningkatkan kompetensi literasi digital guru.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan , Kemendikbudristek Tekankan Optimalisasi Dana

Kegiatan ini, digelar di aula Disdik Parimo dan merupakan gagasan bersama dari Bidang Manajemen Sekolah Dasar dan Bidang Guru dan Bidang Tenaga Kependidikan (GTK), yang difokuskan pada penyelesaian masalah penguasaan digitalisasi di lingkungan satuan pendidikan.

“Kurikulum terus berjalan, namun digitalisasi masih jadi masalah bagi sebagian tenaga guru kita,” kata Kepala Bidang GTK Disdik Parimo, Farid Ali Buraera, dalam sambutannya saat peluncuran inovasi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa dalam program ini, metode yang diterapkan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan lebih aplikatif dan partisipatif.

Para guru didorong untuk saling berbagi kemampuan teknologi, khususnya dalam penggunaan aplikasi seperti Canva, yang kini menjadi salah satu alat bantu visual yang penting dalam pembelajaran digital.

“Metodenya kita arahkan untuk membangun kemauan guru belajar dari guru lainnya, terutama lewat aplikasi-aplikasi praktis seperti Canva,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, inovasi ini menyasar 15 sekolah, terdiri dari 12 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai sampel uji coba penerapan program.

Dari sekolah-sekolah tersebut, dipilih guru-guru yang sudah terbiasa dengan teknologi untuk direkrut sebagai tim “Topompa Guru”, yakni fasilitator yang akan mendampingi rekan-rekan mereka yang masih belum menguasai digitalisasi.

“Di sekolah itu banyak guru yang sudah paham teknologi dan akan direkrut sebagai tim Topompa Guru,” ujarnya.

Tim ini tidak hanya berfungsi sebagai pelatih teknis, tetapi juga akan menjalin komunikasi aktif dengan kepala sekolah masing-masing untuk memahami kondisi faktual tenaga pengajar di sekolah mereka.

Baca Juga: Pemda Banggai Gandeng Universitas Padjajaran, Tingkat SDM, Riset dan Inovasi

“Kami pastikan ini bukan sekadar kegiatan yang berhenti setelah launching. Dengan inovasi ini, kita targetkan dua tahun ke depan semua guru sudah bisa menerapkan digitalisasi dalam pembelajaran,” tegasnya.

Program ini, merupakan bagian dari langkah jangka panjang Disdikbud Parimo dalam menjawab tantangan globalisasi dan digitalisasi pendidikan, dengan memastikan seluruh guru dapat beradaptasi dan berinovasi sesuai perkembangan zaman.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar