the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Bangunan Rusak Parah, Siswa dan Guru SDN Kuala Bugis Takut Masuk Kelas

the OPINIbythe OPINI
21 Juli 2025
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
21 Juli 2025
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
Bangunan Rusak Parah, Siswa dan Guru SDN Kuala Bugis Takut Masuk Kelas

Kondisi bangunan SDN Kuala Bugis sangat memprihatinkan. (Foto: IST)

Baca Juga

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

PARIMO, theopini.id – Bangunan SDN Kuala Bugis di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mengalami kerusakan parah.

Plafon ruang kelas 2, bahkan terpaksa dirobohkan sebagian karena nyaris runtuh. Langkah ini, demi keselamatan siswa dan guru.

Baca Juga: Disdikbud Parimo Dorong Sekolah Inklusif: Anak Disabilitas Punya Hak Sama untuk Belajar

“Gurunya bilang takut masuk kelas karena sudah membahayakan. Akhirnya saya minta agar kegiatan belajar dilakukan di luar. Kami ambil inisiatif merobohkan bagian bangunan yang sudah sangat rawan,” ungkap Kepala SDN Kuala Bugis, Fathur Rohman via WhatsApp, Minggu, 20 Juli 2025.

Menurut dia, pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal permohonan bantuan rehabilitasi kepada pemerintah daerah.

Namun, harapan itu kandas karena regulasi pusat. Aturan menyebut, sekolah hanya dapat menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) jika memiliki minimal 40 siswa. Sayangnya, jumlah siswa SDN Kuala Bugis hanya 26 orang.

“Kita sudah pernah usulkan, bahkan proposal sudah masuk. Tapi terbentur aturan jumlah siswa. Untuk dapat bantuan DAK, minimal 40 siswa. Sekarang total siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 hanya 26 orang,” jelasnya.

Jumlah siswa SDN Kuala Bugis memang jauh dari kata ideal. Kelas VI hanya diisi 4 siswa, kelas V ada 5 siswa, kelas IV dan kelas II masing-masing 4 siswa.

Sedangkan kelas III dan kelas I masing-masing diikuti 5 dan 4 siswa. Jumlah yang kecil, namun semangat belajar mereka tetap besar.

Masalah infrastruktur tak berhenti pada bangunan sekolah. Akses menuju lokasi juga sangat sulit, terutama di musim hujan.

Untuk sampai ke sekolah, sejumlah siswa harus menyeberangi sungai hingga sepuluh kali. Jembatan darurat hasil swadaya warga kerap hanyut diterjang banjir.

“Saya juga sempat takut waktu ke sana saat hujan, karena aksesnya rawan. Anak-anak itu biasa nyebrang sampai 10 kali,” tutur Fathur.

Meski dalam keterbatasan, SDN Kuala Bugis masih menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, lebih banyak terserap untuk kegiatan rutin dan honorarium guru, sehingga nyaris tak menyisakan ruang untuk perbaikan fisik bangunan.

“Dana BOS tetap kami terima, tapi kecil. Biasanya habis untuk kegiatan dan honor. Untuk perbaikan ruang kelas jelas tidak mencukupi,” katanya.

Dari sisi tenaga pendidik, kondisi sekolah juga serba terbatas. Hanya ada empat orang guru aktif, termasuk Fathur sendiri yang merangkap sebagai kepala sekolah, pengajar, dan operator sekolah. Satu-satunya guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah dirinya.

Sementara satu guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah aktif, dan dua lainnya masih menunggu Surat Keputusan (SK). Beberapa guru sebelumnya sudah kembali ke daerah asal mereka.

“Sekarang PNS hanya saya sendiri. Ada satu guru P3K aktif, dua menunggu SK. Total yang aktif empat orang dengan saya,” ujarnya.

Fathur berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pusat terhadap sekolah-sekolah kecil di pelosok negeri.

Baca Juga: Kisah Guru Korban Kebakaran di Perumahan SDN Bambalemo

Ia mengusulkan agar ada fleksibilitas aturan dalam penyaluran bantuan infrastruktur, agar tidak mematikan harapan lembaga pendidikan di wilayah terpencil.

“Kalau harus tunggu 40 siswa, kapan sekolah seperti kami bisa dibantu? Sementara kami tetap mengajar, tetap berjuang,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DesaBukitMakmur#KecamatanBolanoLambunu#Kemendikdasmen#parigimoutong#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Pemprov Sulteng Perketat Verifikasi: 500 Mahasiswa Terima Bantuan Mulai Besok

Next Post

Bupati Sigi Resmi Tutup Festival Danau Lindu 2025, Catat 18.784 Pengunjung

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

14 Oktober 2026
Tinjau Revitalisasi Sekolah, Erwin Burase Kawal Penyelesaian Tepat Waktu

Tinjau Revitalisasi Sekolah, Erwin Burase Kawal Penyelesaian Tepat Waktu

13 Oktober 2026
Siswa SDN Toboli Raih Nilai Tertinggi ORBEST 2026 se-Sulteng

Siswa SDN Toboli Raih Nilai Tertinggi ORBEST 2026 se-Sulteng

4 Oktober 2026
Wabup Parimo Minta Guru Bangun Suasana Belajar yang Aman dan Menyenangkan bagi Peseta Didik

Wabup Parimo Minta Guru Bangun Suasana Belajar yang Aman dan Menyenangkan bagi Peseta Didik

30 September 2026
Bupati Erwin Dorong PGRI Bangun Koordinasi dengan Disdikbud Parimo

Bupati Erwin Dorong PGRI Bangun Koordinasi dengan Disdikbud Parimo

30 September 2026
Oknum Guru SD di Ampibabo Dimutasi, Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Siswa Tetap Jalan

Oknum Guru SD di Ampibabo Dimutasi, Proses Hukum Kasus Dugaan Kekerasan Siswa Tetap Jalan

28 September 2026

ARTIKEL TERKINI

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

Long Boat Bawa Lima Orang Hilang Kontak di Perairan Balut, Dua di Antaranya Anak-anak

14 Oktober 2026
Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

Soroti Polusi Udara di Morowali dan Morut, Anwar Hafid Minta Pengawasan Diperketat

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

14 Oktober 2026
Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

14 Oktober 2026
Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

Buka KAPAK 2026, Wabup Parimo Tekankan Keselamatan Peserta

14 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

Lima BUMDes Banggai Produksi 13 Ton Arang Kelapa, Bidik Pasar Ekspor

9 Oktober 2026
Gubernur Sulteng Ajak Istri Birokrat Dorong Suami Utamakan Pelayanan

Gubernur Sulteng Ajak Istri Birokrat Dorong Suami Utamakan Pelayanan

8 Oktober 2026
Tersesat Saat Mencari Kayu Bakar, Lansia 70 Tahun Ditemukan Selamat di Sigi

Tersesat Saat Mencari Kayu Bakar, Lansia 70 Tahun Ditemukan Selamat di Sigi

8 Oktober 2026
Anwar Hafid Siapkan Lintasan Drag Race Berstandar Internasional di Palu

Anwar Hafid Siapkan Lintasan Drag Race Berstandar Internasional di Palu

12 Oktober 2026
Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Dinsos Gorontalo Libatkan Warga dalam Mitigasi

Antisipasi Karhutla saat Kemarau, Dinsos Gorontalo Libatkan Warga dalam Mitigasi

10 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d