Disdikbud Parimo Dorong Sekolah Inklusif: Anak Disabilitas Punya Hak Sama untuk Belajar

PARIMO, theopini.idDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menekankan pentingnya keterbukaan akses pendidikan bagi anak-anak disabilitas atau berkebutuhan khusus..

Melalui program pendidikan inklusif, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama untuk bersekolah.

Baca Juga: Satuan Pendidikan Wajib Terima Anak Penyandang Disabilitas

“Anak-anak berkebutuhan khusus juga punya hak untuk mendapatkan pendidikan. Jangan sampai mereka terlewat hanya karena tidak ada akses atau dukungan dari lingkungan sekitar,” kata Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parimo, Farid Ali Buraera di Parigi, Jum’at, 17 Juli 2025.

Ia menjelaskan, pendidikan inklusif saat ini menjadi bagian dari kebijakan nasional melalui intervensi khusus yang mendorong sekolah-sekolah umum menerima siswa disabilitas.

Namun di tingkat lokal, penerapannya membutuhkan kolaborasi lintas bidang, termasuk pendekatan kepada masyarakat dan orang tua siswa.

“Kadang masalah utamanya itu bukan di anaknya, tapi di orang tuanya yang mungkin merasa malu, padahal anak itu tidak pernah meminta lahir dengan kondisi tersebut,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya mengundang seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Parimo untuk diberikan pemahaman tentang konsep inklusivitas, dan strategi membuka ruang bagi siswa disabilitas.

“Kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan harus tahu cara mendekati tokoh masyarakat, kepala desa, dan terutama orang tua, agar mereka mau menyekolahkan anak-anak mereka. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” terang dia.

Dalam forum tersebut, para kepala sekolah diberikan gambaran tentang bagaimana proses identifikasi siswa disabilitas, pendataan guru pendamping, hingga penunjukan guru yang akan dilatih secara khusus.

“Hari ini sudah terkumpul 213 sekolah dasar yang akan diarahkan menjadi guru pendamping anak berkebutuhan khusus. Tugas awal kami adalah memastikan kesiapan sekolah dan gurunya,” tambahnya.

Terkait kompetensi guru pendamping, ia menyebut, pelatihan dan pembinaan lanjutan akan melibatkan tenaga ahli, namun proses penunjukan awal tetap berdasarkan kedekatan guru dengan siswa dan pendekatan personal.

Baca Juga: Menteri Risma Ajak Anak Disabilitas Cerebral Palsy Terapi ke Solo

“Memang tidak semua guru punya latar belakang pendidikan luar biasa, tapi dengan pelatihan dan pendekatan yang tepat, guru biasa pun bisa mendampingi siswa disabilitas dengan baik,” ujarnya.

 Program ini, menurutnya, akan terus berproses dan didukung oleh lintas bidang dalam Disdikbud Parimo, agar setiap sekolah mampu menyediakan akses pendidikan yang adil dan ramah anak, termasuk bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar