Bapenda Parimo Fokus Perkuat Kinerja dan Efisiensi Program

PARIMO, theopini.id Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh capaian indikator program dalam dokumen perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2026.

Melalui penyusunan ulang indikator kinerja dan dua program strategis utama, Bapenda memastikan seluruh target pembangunan di bidang pendapatan dapat tercapai secara terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Wakil Bupati Sigi Pimpin Rakor Fiskal Pajak Daerah

Kepala Bapenda Parimo, Mohammad Yasir mengatakan, 2024 menjadi momentum awal pelaksanaan indikator baru, yang akan dijalankan secara bertahap hingga 2026.

Fokus utamanya, kata dia, adalah memastikan efektivitas pelaksanaan program yang berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah dan efisiensi tata kelola pemerintahan.

“RPJMD ini menjadi peta jalan bagi seluruh perangkat daerah, termasuk Bapenda, untuk bekerja dengan arah yang jelas dan berbasis hasil. Setiap program harus bisa diukur dan berdampak nyata terhadap kemandirian fiskal daerah,” ujar Yasir di Parigi, Selasa, 22 Juli 2025.

Ia menjelaskan, Bapenda menetapkan dua program utama sebagai kerangka kerja pelaksanaan Renstra, yakni Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dan Program Pengelolaan Pendapatan Daerah.

Keduanya berperan penting dalam memperkuat fungsi koordinasi, optimalisasi pajak dan retribusi daerah, serta evaluasi terhadap sumber-sumber penerimaan yang berpotensi ditingkatkan.

“Dua program ini bukan hanya soal administrasi, tapi tentang bagaimana memastikan pengelolaan pendapatan benar-benar efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil. Setiap indikator disusun agar kinerja kami dapat diukur dengan jelas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sistem pengukuran kinerja yang berbasis pada indikator terukur seperti input, output, outcome, benefit, dan impact.

Melalui pendekatan ini, setiap aktivitas Bapenda Parimo dapat dievaluasi tidak hanya dari sisi pelaksanaan, tetapi juga dari manfaat dan dampak jangka panjang terhadap pembangunan daerah.

“Kinerja tidak bisa hanya dilihat dari apa yang kita kerjakan, tapi dari hasil yang dirasakan masyarakat. Karena itu, pengukuran berbasis indikator menjadi alat penting untuk memastikan efektivitas setiap program,” tegasnya.

Bapenda juga memastikan seluruh kegiatan yang dijalankan selaras dengan kondisi lingkungan internal maupun eksternal, dengan strategi yang adaptif terhadap dinamika ekonomi daerah.

Baca Juga: Terima Insentif Fiskal Rp9,4 Miliar, Pj Bupati Parimo Apresiasi Kinerja TPID

Yasir berharap, melalui perencanaan yang terukur dan koordinasi lintas sektor, target RPJMD 2024–2026 dapat tercapai secara konsisten dan berkesinambungan.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pendapatan daerah yang sehat dan berkeadilan. Dengan tata kelola yang baik, kita bisa memperkuat posisi fiskal daerah tanpa membebani masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar