PALU, theopini.id – Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah 2025–2029 tak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga membuka jalan bagi percepatan pembangunan riil di daerah.
Sejumlah program strategis, kini mulai mendapat sokongan penuh dari pemerintah pusat, mulai dari pencetakan sawah hingga pengalihan pembiayaan infrastruktur.
“Ini tanda-tanda baik. Pemerintah pusat memberi perhatian serius,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam Rapat Paripurna DPRD yang menetapkan nota kesepakatan RPJMD, Jum’at, 25 Juli 2025.
Baca Juga: Bappelitbangda Parimo Gelar Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD 2025–2029
Ia menyampaikan, proses penyusunan RPJMD telah melalui pembahasan substansi dan penyelarasan program prioritas daerah dengan rencana pembangunan nasional.
Namun yang lebih penting, menurutnya, adalah bagaimana dokumen ini langsung direspons oleh kementerian teknis dengan dukungan konkret.
Salah satu bentuk dukungan itu, datang dari Kementerian Pertanian (Kementan). Provinsi Sulawesi Tengah, mendapat persetujuan cetak sawah seluas 6.000 hektare dari total usulan 10.300 hektare yang diajukan.
Program ini, dengan anggaran sekitar Rp413 miliar, direncanakan rampung pada September 2025 dan akan langsung mendukung program BERANI Panen Raya di akhir tahun.
“Cetak sawah ini bisa langsung dirasakan manfaatnya. Kalau tepat waktu, masyarakat bisa menanam tahun ini juga,” ucapnya.
Selain itu, proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya dibiayai melalui APBD provinsi kini mulai ditangani langsung oleh pemerintah pusat melalui balai teknis kementerian.
Anwar mengungkap, pengalihan ini mencakup program-program yang telah dibahas dalam forum e-planning dan e-budgeting, dengan estimasi nilai dukungan mencapai Rp151 miliar.
Ia menilai, hal ini sebagai bukti bahwa sinergi yang dibangun antara Pemprov Sulawesi Tengah dan pemerintah pusat tak lagi sebatas koordinasi, tapi sudah mulai menghasilkan dampak fiskal dan operasional yang signifikan bagi daerah.
“Kalau pembiayaan pusat bisa mengambil alih proyek infrastruktur strategis, maka fiskal daerah bisa kita fokuskan ke program-program pelayanan dasar dan penguatan ekonomi rakyat,” jelasnya.
Penandatanganan nota kesepahaman RPJMD dilakukan bersama Ketua DPRD Sulawesi Tengah, H Moh Arus Abdul Karim, dan Wakil Ketua Syarifudin Hafid serta Ambo Dalle.
Baca Juga: Empat Pilar Jadi Fokus Penyusunan Awal RPJMD Parimo 2025–2029
Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD selama proses penyusunan dokumen.
Ia berharap, pelaksanaan RPJMD ke depan dapat menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui program unggulan sembilan BERANI, yang diusung dirinya bersama Wakil Gubernur dr Reny A Lamadjido.
“InsyaAllah ini adalah awal yang baik. Kami ingin bekerja cepat, efektif, dan kolaboratif agar Sulawesi Tengah lima tahun ke depan bisa melompat jauh lebih maju dan merata pembangunannya,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar