Anwar Hafid Kuatkan Komitmen Pendidikan Gratis di Wisuda ke-44 UIN Datokarama Palu

PALU, theopini.id Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H Anwar Hafid, menegaskan kembali komitmennya membuka akses pendidikan tinggi yang merata dan tanpa hambatan biaya.

“Saya ingin rakyat Sulawesi Tengah bukan hanya tamat sekolah, tapi jadi sarjana. Tak boleh ada anak kita gagal kuliah hanya karena tidak mampu bayar,” tegas Anwar saat menghadiri langsung Wisuda ke-44 Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sabtu, 26 Juli 2025.

Baca Juga: Tiga Guru Besar UIN Datokarama Palu Resmi Dikukuhkan

Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah telah mengalihkan sebagian anggaran perjalanan dinas dan rapat menjadi sumber pembiayaan pendidikan.

Ia menyebut, program BERANI Cerdas diusung pemerintah daerah bukan sekadar janji kampanye, melainkan langkah nyata yang sudah berjalan dan terbuka sepanjang waktu, baik secara online maupun offline.

“Pendidikan adalah jalan hidup. Maka, pemerintah harus hadir, bukan sekadar mengimbau,” ujarnya.

Di UIN Datokarama sendiri, program BERANI Cerdas telah membantu banyak mahasiswa yang kesulitan biaya.

Tak hanya itu, Anwar juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan melalui pelatihan keterampilan dan bahasa asing agar siap memasuki dunia industri, terutama di kawasan seperti Morowali dan sekitarnya.

“Bukan hanya soal kuliah gratis. Kami ingin anak-anak Sulawasi Tengah punya daya saing, bukan cuma ijazah. Mereka harus siap masuk industri,” tukasnya.

Rektor UIN Datokarama, Prof H Lukman menyampaikan apresiasi atas perhatian nyata Gubernur Sulawesi Tengah terhadap pendidikan tinggi.

Menurutnya, kehadiran langsung Gubernur Anwar Hafid di kampus bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk dukungan konkret yang berdampak langsung pada mahasiswa.

“Kini kami bisa yakinkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke UIN tanpa ragu. Karena ada Pak Gubernur yang menjamin, tidak ada anak miskin yang tidak bisa kuliah,” ucapnya.

Rekor juga menyoroti pentingnya membangun integritas. Ia membagikan kisah nyata seorang mahasiswi Asia di Paris yang gagal mendapat pekerjaan, karena rekam jejak ketidakjujurannya saat kuliah, meski secara akademik sangat baik.

“Sepintar apapun Anda, kalau akhlaknya rusak, ilmunya tidak berguna. Tapi kalau Anda jujur, Allah akan bukakan jalan,” tegasnya.

Terkait teknis wisuda, ia menjelaskan bahwa pemilihan waktu pada bulan Juli merupakan strategi untuk menghindari lonjakan peserta pada wisuda Oktober yang diperkirakan mencapai 1.600 orang.

Dengan pemisahan ini, diharapkan seluruh orang tua bisa tetap menyaksikan langsung momen kelulusan anak-anak mereka.

UIN Datokarama juga terus mengembangkan infrastruktur. Prof Lukman menyebutkan bahwa Gubernur Anwar Hafid telah menyerahkan lahan seluas 5.515 Meter persegi kepada kampus, dan diharapkan sisanya segera menyusul.

Baca Juga: Pemda Sigi Terima 600 Mahasiswa KKN UIN Datokarama Palu

“Pak Gubernur ini tidak perlu banyak janji. Bahkan dari senyumnya saja, saya tahu beliau setuju dan siap bantu. Beliau selalu hadir, selalu peduli,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi dan IPTEK Bappenas RI, Endang Sulastri menilai, langkah Gubernur Anwar Hafid sebagai bentuk kepemimpinan daerah yang progresif dan berdampak.

“Apa yang dilakukan Gubernur Anwar Hafid membuktikan bahwa daerah bisa memimpin transformasi. Sulteng kini menjadi simpul penting Nusantara,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar