the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Urban Farming Makassar: Gerakan Kolektif Bangun Budaya Kota Mandiri Pangan

the OPINIbythe OPINI
3 Agustus 2025
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
3 Agustus 2025
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
Urban Farming Makassar: Gerakan Kolektif Bangun Budaya Kota Mandiri Pangan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mencanangkan program Urban Farming di KWT Talas, Minggu, 3 Agustus 2025. (Foto: IST)

Baca Juga

Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

CFD Jalan Rusa Dibuka, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha bagi UMKM

FORKOT Makassar Libatkan 15 Kecamatan, Munafri Dorong Olahraga Jadi Ruang Positif bagi Pemuda

MAKASSAR, theopini.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan tak sekadar mengajak warga bertanam di pekarangan.

Lewat program Urban Farming, kota ini sedang menata ulang cara hidup warganya dari konsumtif menjadi produktif, dari pasif menjadi partisipatif, dan dari bergantung menjadi mandiri.

Peluncuran program dilakukan langsung oleh Munafri bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, disaksikan para pejabat Pemkot, akademisi Universitas Hasanuddin, serta komunitas tani dan lingkungan.

Baca Juga: Pemkot Makassar Prioritaskan Petugas Kebersihan dalam Distribusi Daging Kurban

“Urban farming ini soal membangun kebiasaan baru warga kota, soal perubahan cara berpikir dan cara hidup. Kalau berhasil, Makassar bisa menjadi kota rujukan nasional dalam pertanian berbasis masyarakat,” ujar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mencanangkan program ini di KWT Talas, Minggu, 3 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, lebih dari 6.000 Ketua RT di seluruh kota akan menjadi pelaksana utama di lapangan. Urban farming tidak lagi sebatas proyek dinas, melainkan menjadi kewajiban struktural yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah domestik, budidaya maggot, eco-enzyme, hingga peternakan skala rumah tangga.

“Kita bukan lagi bicara pertanian dalam arti sempit. Kita bicara sistem kota yang berkelanjutan,” tegasnya.

Program ini, mencakup budidaya tanaman pangan dan hortikultura, ternak ayam petelur, ikan lele dalam ember (budikdamber), hingga pemanfaatan limbah organik rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, menekankan bahwa urban farming kini menjadi jalan keluar yang sangat relevan di tengah keterbatasan lahan aktif di kota.

“Saat ini, lahan pertanian di Makassar hanya sekitar 1.463 hektare dan menyusut setiap tahun. Urban farming adalah solusi tak terhindarkan,” ungkap Aulia.

Aulia menjelaskan, pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dan berbasis teknologi. Saat ini, sudah ada 458 kelompok tani urban yang didampingi pemerintah, termasuk 181 Kelompok Wanita Tani Hortikultura dan 130 kelompok pengolah pangan.

“Sebagian kelompok sudah mulai mengadopsi teknologi smart farming seperti irigasi otomatis, pemupukan digital, hingga penggunaan solar panel,” ujarnya.

Untuk mendorong sirkulasi ekonomi warga, Pemkot Makassar rutin menggelar Pasar Tani dua kali setiap bulan, tempat para petani kota menjual hasil panen maupun produk olahan seperti sambal, keripik, dan telur asin. Pasar ini, menjadi ruang distribusi sekaligus ajang stabilisasi harga pangan lokal.

Di sisi lain, urban farming Makassar juga dirancang sebagai gerakan lintas sektor. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terlibat dalam pengelolaan limbah organik, Dinas Peternakan menggulirkan layanan Animal Care, dan komunitas pemuda diberdayakan dalam edukasi lingkungan dan pertanian.

“Kolaborasi ini adalah kunci. Urban farming bukan hanya program tani, tapi transformasi budaya kota,” tutur Aulia.

Pemkot juga telah menjajaki kerja sama dengan sektor swasta melalui program CSR untuk membina kelompok urban farming di tingkat RT/RW.

Baca Juga: Makassar Siap Jadi Tuan Rumah Event Nasional, Munafri Targetkan Kota Ramah Komunitas

Target jangka panjangnya, Makassar menjadi tuan rumah pameran urban farming nasional, lengkap dengan eksibisi hasil tani, inovasi pertanian, dan produk kreatif masyarakat.

Jika berhasil, Makassar akan menjadi contoh nyata kota yang tak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga tangguh dalam ketahanan pangan dan ekologi.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #Makassar#PemkotMakassar
Previous Post

Layanan Gratis dan Edukasi Kesehatan Gigi Warnai Road to Konas PABMI 2025 di Makassar

Next Post

Brimob Sulteng Ajak Warga Kibarkan Merah Putih Lewat Aksi Humanis

the OPINI

the OPINI

Related Posts

GPM Parimo Sediakan Paket Sembako Bersubsidi, Digelar Lagi Jelang Nataru

GPM Parimo Sediakan Paket Sembako Bersubsidi, Digelar Lagi Jelang Nataru

23 Oktober 2026
Parimo Perkuat Pertukaran Data Perpajakan, Sasar Pelaku Usaha Pertanian dan Perkebunan

Parimo Perkuat Pertukaran Data Perpajakan, Sasar Pelaku Usaha Pertanian dan Perkebunan

22 Oktober 2026
Anwar Hafid Bentuk Satgas Terpadu, Sisir Potensi Pajak Industri Morowali

Anwar Hafid Bentuk Satgas Terpadu, Sisir Potensi Pajak Industri Morowali

22 Oktober 2026
Gerakan Pangan Murah di Banggai Sasar Stabilitas Harga Pangan

Gerakan Pangan Murah di Banggai Sasar Stabilitas Harga Pangan

22 Oktober 2026
Anwar Hafid Tawarkan Daya Tarik Investasi Sulteng kepada Dubes Rusia

Anwar Hafid Tawarkan Daya Tarik Investasi Sulteng kepada Dubes Rusia

21 Oktober 2026
CFD Jalan Rusa Dibuka, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha bagi UMKM

CFD Jalan Rusa Dibuka, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha bagi UMKM

18 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

Diduga Bobol ATM Korban hingga Rp73 Juta, Pria Asal Parimo Ditangkap di Poso

24 Oktober 2026
Wagub Reny Harap Berani Cup Salumpaga Lahirkan Pesepak Bola Berprestasi

Wagub Reny Harap Berani Cup Salumpaga Lahirkan Pesepak Bola Berprestasi

24 Oktober 2026
Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

Empat Tersangka Kasus Narkotika di Bunta Diserahkan ke Kejaksaan

24 Oktober 2026
Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

Wagub Sulteng Minta Pemetaan Kebutuhan Dokter Spesialis di Buol

24 Oktober 2026
Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Munafri Dorong Penguatan PAUD dan Edukasi Lingkungan Sejak Dini

24 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Sekda Palu Ingatkan ASN Waspadai Investasi Ilegal dan Pinjol

Sekda Palu Ingatkan ASN Waspadai Investasi Ilegal dan Pinjol

20 Oktober 2026
Anwar Hafid Tawarkan Daya Tarik Investasi Sulteng kepada Dubes Rusia

Anwar Hafid Tawarkan Daya Tarik Investasi Sulteng kepada Dubes Rusia

21 Oktober 2026
Sekdaprov Sulteng Tekankan Pencegahan dan Penegakan Hukum Karhutla

Sekdaprov Sulteng Tekankan Pencegahan dan Penegakan Hukum Karhutla

23 Oktober 2026
Dugaan PETI Rio Pakava, Polres Donggala Dalami Peran Pengelola hingga Pemodal

Dugaan PETI Rio Pakava, Polres Donggala Dalami Peran Pengelola hingga Pemodal

24 Oktober 2026
GPM Parimo Sediakan Paket Sembako Bersubsidi, Digelar Lagi Jelang Nataru

GPM Parimo Sediakan Paket Sembako Bersubsidi, Digelar Lagi Jelang Nataru

23 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d