BANGGAI, theopini.id – Sebanyak 30 relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Balean, Kecamatan Lobu, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah mendapatkan pelatihan penyelamatan di air (water rescue) untuk menghadapi potensi banjir bandang.
Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai ini, melibatkan personel Pos SAR Luwuk sebagai instruktur, Sabtu, 20 September 2025.
Baca Juga: Sinergi Tim SAR Gabungan Selamatkan Pendaki Gunung Gawalise
“Melalui materi water rescue dan simulasi lapangan, kami ingin membekali masyarakat agar lebih siap dan sigap saat menghadapi bencana banjir,” ujar Koordinator Pos SAR Luwuk, Liberatus Fahongoi.
Pelatihan diawali dengan pengenalan peralatan penyelamatan, dilanjutkan praktik simulasi banjir bandang bersama relawan.
Ada tiga instruktur yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan fokus memberikan keterampilan praktis bagi masyarakat pesisir yang rentan bencana.
Liberatus menekankan, pentingnya sinergi antarinstansi dalam membangun kesiapsiagaan. Menurutnya, relawan Destana adalah garda terdepan di desa, sehingga peningkatan kapasitas mereka sangat berpengaruh terhadap upaya penanggulangan bencana.
Baca Juga: Tim SAR Palu Selamatkan Enam Pendaki yang Terjebak di Jalur Turun Nokilalaki
“Kami bangga bisa mendukung kegiatan Destana ini. Relawan harus dibekali pengetahuan dan keterampilan agar bisa melindungi dirinya sekaligus membantu warga lain saat bencana terjadi,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, BPBD Banggai berharap Desa Balean mampu menjadi contoh desa tangguh bencana yang mandiri dan siap menghadapi ancaman alam, khususnya banjir.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar