Ritual Adat Kaili Iringi Perjuangan Atlet Sulteng Menuju PON Bela Diri 2025 di Kudus

PALU, theopini.id – Sebanyak 47 atlet Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi dilepas menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, melalui prosesi adat Mompakaroso, tradisi suku Kaili yang melambangkan restu dan kekuatan di Kota Palu, Kamis, 9 Oktober 2025.

Dalam ritual tersebut, senjata adat Guma ditempelkan ke pundak para atlet sebagai simbol ketajaman, keberanian, dan kesiapan menghadapi tantangan di gelanggang.

Baca Juga: KONI Sulteng Mantapkan Arah Kerja, Fokus Pembinaan dan Prestasi Atlet

“Ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi bentuk pengukuhan semangat dan doa seluruh masyarakat Sulawesi Tengah. Mereka membawa nama daerah, budaya, dan kehormatan kita di pentas nasional,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, mewakili Gubernur Anwar Hafid.

Ia menegaskan, Pemprov Sulawesi Tengah berkomitmen membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berorientasi pada pembinaan karakter serta kebanggaan daerah.

“Olahraga bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang membangun semangat, karakter, dan kebersamaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen Sulawesi Tengah, Moh. Ifan Taufan, menyebut kontingen terdiri dari 47 atlet, 13 pelatih, dan 8 ofisial yang akan berlaga di delapan cabang olahraga: Judo, Taekwondo, Gulat, Pencak Silat, Sambo, Karate, Jujitsu, dan Wushu.

“Keberangkatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari cabang Judo dan diakhiri oleh Wushu,” jelasnya.

Sekretaris KONI Sulawesi Tengah, Andi Nur B. Lamakarate, memberikan motivasi agar para atlet tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas.

Baca Juga: ASIAFI Parimo Siap Wujudkan Kebugaran Masyarakat dan Cetak Atlet Profesional

“Langkah cepat memberangkatkan atlet ini adalah bukti komitmen terhadap prestasi olahraga Sulteng. Ini momentum awal menuju masa depan olahraga yang lebih gemilang,” ujarnya.

Prosesi adat Mompakaroso menjadi simbol bahwa perjuangan para atlet tak hanya membawa nama olahraga, tetapi juga marwah budaya Kaili dan semangat masyarakat Sulawesi Tengah di pentas nasional.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar