Wamen Faridah Dorong Percepatan Pembangunan Pergudangan dan Penguatan Koperasi Desa di Parimo

PARIMO, theopini.idPemerintah terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi desa dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Wakil Menteri (Wamen) Koperasi, Hj. Faridah Farichan mengatakan sedikitnya 278 koperasi desa dan 5 koperasi kelurahan telah terbentuk secara badan hukum di daerah tersebut, dan kini diarahkan untuk semakin aktif menjangkau keanggotaan masyarakat.

Baca Juga: Wamen Koperasi Ingatkan Pasar Tematik Parimo Tak Boleh Berubah Fungsi

“Secara kelembagaan koperasi desa dan kelurahan ini sudah terbentuk, dan keanggotaannya terus kita dorong agar bertambah dari masyarakat,” ujar Wamen Faridah, saat berkunjung ke Kabupaten Parimo, Kamis, 22 November 2025.

Faridah menegaskan, pemerintah tengah mendorong pembangunan fisik koperasi, khususnya fasilitas pergudangan beserta kelengkapannya agar kegiatan usaha dapat segera berjalan optimal.

Proses koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perdagangan, hingga pendamping koperasi.

Sejumlah titik lokasi pembangunan sudah mulai masuk tahap pengukuran dan penentuan lahan. Menurut Faridah, percepatan ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan media untuk menyebarkan praktik baik mengenai manfaat koperasi desa bagi perekonomian warga.

“Kami mohon bantuan semua pihak, termasuk teman-teman media, untuk mendorong masyarakat memahami bahwa koperasi desa dan kelurahan Merah Putih ini hadir untuk menggerakkan ekonomi desa,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, Wamen Faridah juga menghadiri peresmian Pasar Tematik Agro Kabupaten Parimo, yang diharapkan bersinergi dengan koperasi desa.

Ia menilai kolaborasi antara pasar tematik dan koperasi desa Merah Putih akan memperkuat rantai ekonomi lokal mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Baca Juga: Bupati Sigi: Koperasi Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi Pertanian dan Pariwisata

Khusus di Kabupaten Parimo, potensi buah-buahan, terutama durian disebut sebagai komoditas unggulan yang dapat dikelola koperasi desa.

Koperasi Merah Putih diharapkan berperan sebagai agregator dan konsolidator hasil panen masyarakat, mulai dari pengumpulan, pengemasan hingga distribusi ke pasar lokal maupun luar daerah.

Ia menegaskan, keberadaan koperasi desa bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi sebagai instrumen penggerak ekonomi yang mampu mengangkat potensi desa secara berkelanjutan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar