SIGI, theopini.id — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan lembaga masyarakat sipil, dalam mendorong layanan inklusif bagi penyandang disabilitas.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian integral dalam pembangunan Sigi,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Samuel Yansen Pongi, saat membuka kegiatan tersebut, Rabu, 10 Desember 2025.
Baca Juga: Pemda Sigi dan YSM Dorong Perencanaan Inklusif untuk Disabilitas dan Perempuan Rentan
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses layanan dasar dan memastikan pemenuhan hak bagi seluruh penyandang disabilitas.
“Kami mengajak semua pihak untuk membangun lingkungan yang saling menguatkan, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan penghalang,” tegasnya.
Selain unsur pemerintah, hadir pula lembaga mitra seperti Partnership Estungkara serta KARSA Institute melalui program Estungkara dan BEN yang selama ini fokus pada penguatan payung hukum dan kerja-kerja inklusi disabilitas.
Kolaborasi tersebut, semakin kuat dengan penandatanganan MoU antara kedua lembaga, yang disaksikan langsung oleh Pemerintah Daerah Sigi.
Kegiatan HDI 2025, juga diisi dengan penyerahan sejumlah bantuan simbolis, di antaranya kursi roda, tongkat tiga mata, sembako, dan perlengkapan sekolah untuk penyandang disabilitas.
Baca Juga: Disdikbud Parimo Dorong Sekolah Inklusif: Anak Disabilitas Punya Hak Sama untuk Belajar
Kehadiran para pendamping, relawan, tenaga pendidik, keluarga, hingga tokoh masyarakat memperlihatkan bahwa gerakan inklusi di Sigi dibangun secara lintas sektor.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemda Sigi berharap kerja sama yang terjalin dapat memperluas jangkauan layanan dan memastikan, program inklusi tidak berhenti di acara peringatan, melainkan berlanjut di tingkat desa hingga komunitas.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar