Tragedi Longsor di PETI Moutong, Berikut Kronologinya

PARIMO, theopini.idAktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Gunung Nasalane, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, berujung tragedi longsor yang menewaskan dua penambang dan melukai satu lainnya.

Kronologi Kejadian
Data yang dihimpun theopini.id, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WITA, Minggu, 28 Desember 2025. Saksi bernama Yayan, operator excavator, bersama tiga pekerja lainnya tengah menggali material pertambangan di lokasi PETI milik Na’a (56) menggunakan satu unit alat berat.

Baca Juga: PETI Moutong Menelan Korban Jiwa, Longsor Tewaskan Dua Penambang

Tak lama kemudian, delapan penambang manual turun ke lubang untuk menggali material menggunakan linggis. Kondisi tanah yang tidak memiliki struktur pengikat membuat lapisan di atas lubang tidak stabil. Dalam hitungan menit, longsor terjadi dan menimbun para penambang.

Lima orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat. Korban luka kini dirawat di Puskesmas Moutong.

Identitas Korban
Korban meninggal dunia:

  1. Edi Muhamad (50), warga Desa Oli Mohulo, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
  2. Syahril (32), warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong, berprofesi sebagai petani.

Korban luka berat:

  • Abdul Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengalami patah tulang pada kaki.

Korban selamat (versi resmi Polres Parimo):

  • Faidat (25), warga Desa Boloung, Kecamatan Moutong, berhasil menyelamatkan diri dengan berlindung di tebing saat longsor terjadi.

Berdasarkan penelusuran, lokasi PETI tersebut berada di bawah pemodal berinisial DG AR, yang telah lama beroperasi di Desa Lobu.

Keterangan Resmi Polres Parimo
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, membenarkan terjadinya tragedi longsor di lokasi PETI Nasalane.

Peristiwa tersebut, mengakibatkan dua orang penambang meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil selamat.

Kronologi Versi Polres Parimo
Berdasarkan keterangan saksi, kata dia, korban sempat berpamitan untuk mengambil pasir yang akan didulang tak jauh dari lokasi saksi berada. Namun, tak lama berselang, tebing setinggi sekitar 10 meter tiba-tiba longsor dan menimbun korban.

“Korban baru berjalan sekitar 10 meter dari saksi, ketika tebing di atasnya tiba-tiba longsor dan menimbun korban. Korban tidak sempat menyelamatkan diri,” ujar AKBP Hendrawan, dalam keterangan resminya, Minggu malam.

Upaya pencarian awal dilakukan oleh rekan-rekan korban. Sekitar pukul 10.00 WITA, korban pertama, Edi Muhamad, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke Desa Lobu, sebelum dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Boalemo menggunakan ambulans.

TNI-Polri bersama warga sekitar kemudian melanjutkan pencarian, dan berhasil menemukan korban kedua, Syahril, sekitar pukul 15.00 WITA. Jenazah korban, kini telah berada di rumah duka.

Kapolres Hendrawan menegaskan, sejak dilakukan penertiban oleh aparat kepolisian, tidak ada lagi aktivitas pertambangan menggunakan alat berat di lokasi bekas PETI tersebut.

Baca Juga: Penambang di Parimo Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas Ilegal

“Aktivitas yang dilakukan di lokasi hanya berupa penambangan manual menggunakan dulang,” tegasnya.

Situasi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga di lokasi dan akan melanjutkan pencarian, apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar