BANGGAI, theopini.id – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah dimanfaatkan sebagai ruang partisipasi publik lintas iman untuk memperkuat harmoni sosial, salah satunya melalui kegiatan Jalan Santai Kerukunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Jalan Santai Kerukunan ini bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi simbol kebersamaan dan komitmen kita menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujar Staf Ahli Bupati Banggai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Mujiono, saat melepas peserta di Alun-Alun Bumi Mutiara, Luwuk, Rabu, 31 Desember 2025.
Baca Juga: Lapas IIA Palu Jadi Titik Pelaksanaan Bakti Sosial Pengabdian Masyarakat
Kegiatan tersebut, diikuti aparatur pemerintah, tokoh lintas agama, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum, sebagai bentuk keterlibatan bersama dalam merawat toleransi dan kehidupan sosial yang harmonis.
“Keberagaman adalah kekuatan. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memastikan nilai toleransi tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” kata Mujiono.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai menegaskan, Jalan Santai Kerukunan menjadi bagian penting dalam memaknai Hari Amal Bakti ke-80 secara substantif.
“Hari Amal Bakti harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan semangat hidup rukun di tengah kemajemukan,” ujarnya.
Menurut Suardi, peringatan Hari Amal Bakti juga menjadi momentum refleksi atas peran Kementerian Agama dalam membina kehidupan keagamaan yang moderat, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
“Kami ingin nilai-nilai moderasi beragama tumbuh dari aktivitas bersama, bukan hanya dari seremoni,” tuturnya.
Baca Juga: Kapolres Banggai Lepas 12 Anggota yang Memasuki Purna Bakti
Pelaksanaan Jalan Santai Kerukunan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Interaksi antar peserta dari berbagai latar belakang, mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga kerukunan sosial di Kabupaten Banggai.
“Inilah wajah Banggai yang rukun dan bersatu. Semangat ini harus terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Suardi.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar