BANGGAI, theopini.id – Operasi pencarian terhadap seorang laki-laki lansia, bernama Sail (90) yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Pisou, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hingga hari keempat masih belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menghadapi medan hutan rapat, banyaknya jalur setapak, serta potensi ancaman hewan buas dalam proses pencarian.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Terus Lakukan Pencarian Pria Lansia Hilang di Donggala
Koordinator Lapangan Operasi SAR, Liberatus Fangohoi mengungkapkan, kompleksitas kondisi lapangan menjadi tantangan utama dalam menentukan arah pergerakan korban sejak dinyatakan hilang.
“Di lokasi kejadian terakhir terdapat banyak jalan setapak yang saling terhubung. Hal ini menyulitkan kami menelusuri kemungkinan arah yang dilalui korban, terlebih korban diketahui memiliki riwayat pikun,” ujar Liberatus dalam keterangan resminya, Sabtu, 3 Januari 2025.
Ia menjelaskan, vegetasi hutan yang cukup rapat turut membatasi jarak pandang tim saat melakukan penyisiran, sehingga pergerakan harus dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian.
“Jarak pandang terbatas karena vegetasi rapat, sehingga pencarian tidak bisa dilakukan secara cepat. Kami harus memastikan setiap langkah aman bagi seluruh personel,” katanya.
Selain faktor medan, tim SAR gabungan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya dari satwa liar di sekitar lokasi pencarian.
“Di sekitar area pencarian ditemukan keberadaan ular, bahkan sempat ada ular yang dibunuh warga tidak jauh dari lokasi. Ini menjadi perhatian serius agar keselamatan seluruh unsur tetap terjaga,” tambahnya.
Liberatus menegaskan, meski hingga evaluasi hari keempat pencarian belum membuahkan hasil, operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai rencana operasi (Renops) dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang tersedia.
Baca Juga: Pencarian Lansia Hilang Usai Pamit Ziarah ke Makam Istri di Donggala Dihentikan
“Kami tetap berkomitmen melanjutkan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan memaksimalkan metode pencarian sesuai SOP BASARNAS,” tuturnya.
Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu pagi, 4 Janurai 2025, melibatkan unsur SAR, TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Baca berita lainnya di Google News








Komentar