DONGGALA, theopini.id – Tim SAR gabungan resmi menghentikan pencarian pria Lanjut Usia (Lansia), Naci (74) yang dilaporkan hilang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Operasi dihentikan Tim SAR gabungan, usai melakukan pencarian selama tujuh hari sejak 24-29 April 2025, namun korban tak kunjung ditemukan.
Baca Juga: Lansia Dilaporkan Hilang Usai Pamit Ziarah ke Makam Istri di Donggala
“Pencarian secara resmi dihentikan dan seluruh tim telah kembali ke kesatuan masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasi semua pihak,” ujarnya Pelaksana Harian Kepala Subseksi Operasi SAR, Arifuddin, dalam keterang resminya, Selasa, 29 April 2025.
Pada hari ketujuh, kata dia, Tim SAR gabungan yang terdiri dari berbagai unsur telah melanjutkan operasi pencarian sejak pagi hari dengan metode penyapuan area.
Namun hingga pukul 17.00 WITA, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Dalam briefing setelah pencarian, pihak keluarga menyampaikan permintaan resmi untuk menghentikan pencarian.
Dengan demikian, korban Naci warga Desa Salubomba, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, dinyatakan hilang dan operasi SAR secara resmi ditutup.
“Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja samanya selama proses pencarian berlangsung,” ucapnya.
Ia menambahkan, selama enam hari pencarian tidak ditemukan satupun petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban.
Sebalumnya, korban dilaporkan hilang setelah pamit kepada keluarganya untuk mengunjungi makam istrinya. Hingga hari ini, keberadaannya belum diketahui.
Baca Juga: Pencarian Hari Kedua, Lansia Hilang di Donggala Belum Ditemukan
“Pihak keluarga dan masyarakat akan melanjutkan pemantauan secara mandiri. Apabila terdapat informasi baru yang mengarah pada keberadaan korban, maka akan dilaporkan ke pihak Basarnas,” ujarnya.
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini, yakni Tim Rescue KPP Palu, Polsek Banawa Tengah, Babinsa Desa Lampo, BPBD Donggala, SAKA SAR Donggala, Aparat Desa Lampo, keluarga korban dan masyarakat setempat.














