PALU, theopini.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke desa dan wilayah terpencil melalui program Berani Menyala, sebagai bagian dari upaya menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat.
“Progres Berani Menyala terus berjalan. Dari sebelumnya 89 desa yang belum berlistrik, kini tinggal 83 desa. Kita doakan dan kita kawal bersama agar seluruh Sulawesi Tengah bisa menyala,” ujar Gubernur Anwar Hafid saat menerima audiensi Manager PLN UP3 Palu, Ansar, di ruang kerjanya, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Gandeng PT PLN Wujudkan Akses Listrik Merata
Menurutnya, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan dasar yang sangat menentukan peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi desa.
“Pemerataan listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Palu, Ansar menjelaskan, tantangan utama kelistrikan di Sulawesi Tengah masih dipengaruhi kondisi geografis dan panjangnya jaringan distribusi.
“Gangguan yang terjadi belakangan ini bukan pemadaman terencana, melainkan gangguan jaringan. Sekitar 20 persen dipengaruhi oleh panjang jalur distribusi dan faktor alam,” jelas Ansar.
Ia menyebutkan, PLN saat ini memprioritaskan penguatan sistem kelistrikan di wilayah Morowali dan Lembo. Untuk wilayah Lembo, suplai listrik masih dibackup dari sistem Palu II dan Palu III sembari menunggu penguatan jaringan transmisi.
“Untuk meningkatkan keandalan sistem, kami mengusulkan penambahan beban baru dan pembangkit tersebar agar jalur distribusi lebih pendek,” katanya.
Hingga saat ini, kata Ansar, masih terdapat 83 desa di Sulawesi Tengah yang belum sepenuhnya berlistrik. Namun jumlah tersebut, terus berkurang berkat dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Kami sampaikan langsung ke pusat bahwa desa sulit berkembang jika belum ada listrik. Alhamdulillah, dukungan terus mengalir,” ungkapnya.
Untuk wilayah kepulauan dan daerah terisolasi seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan sebagian Morowali, PLN menerapkan solusi sementara melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Baca Juga: Tiang Listrik PLN Tumbang, Tutup Akses Jalur Trans Sulawesi Parimo
“PLTS menjadi solusi paling memungkinkan untuk daerah remote sambil menunggu tersambungnya jaringan transmisi utama,” pungkasnya.
Audiensi tersebut, turut dihadiri perwakilan DPRD dari daerah pemilihan Sigi dan Morowali Utara sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam percepatan elektrifikasi desa di Sulawesi Tengah.
Baca berita lainnya di Google News













