PARIMO, theopini.id – Ancaman hilangnya musim tanam akibat kemarau panjang mendorong Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, bergerak cepat menyiapkan solusi bagi ribuan hektare sawah tadah hujan yang terancam gagal tanam.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah pemetaan detail lokasi sawah terdampak kekeringan sekaligus mengidentifikasi potensi sumber air alternatif, khususnya air tanah,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas TPHP Parimo, Dadan Priatna Jaya, di Parigi, Jum’at, 30 Januari 2026.
Baca Juga: Kekeringan Hambat Produksi Pangan, Ribuan Hektare Sawah di Parimo Gagal Tanam
Menurut dia, peluang pemanfaatan air tanah sebagai solusi terbuka setelah adanya kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Pertanian bersama Direktorat Jenderal Irigasi Pertanian ke Kabupaten Parimo beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi kekeringan di sejumlah wilayah pertanian.
“Air tanah dengan kedalaman di atas 30 meter masuk kategori air tanah dalam. Ini yang sedang kami dorong sebagai solusi utama di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang,” katanya.
Ia menegaskan, penggunaan pompa alkon yang selama ini mengandalkan air sungai tidak lagi efektif, karena debit air mengalami penurunan signifikan akibat kemarau berkepanjangan.
“Kalau mengandalkan alkon, air sungai tidak cukup. Dalam situasi seperti ini, sumur bor menjadi pilihan paling realistis,” ucap Dadan.
Selain sumur bor, Dinas TPHP Parimo juga membuka opsi pembangunan embung atau tampungan air, apabila di sekitar lahan pertanian ditemukan mata air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Embung bisa menjadi cadangan air, terutama untuk sawah tadah hujan yang selama ini sepenuhnya bergantung pada curah hujan,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo melaporkan sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan di dua kecamatan mengalami gagal tanam akibat minimnya intensitas hujan.
Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, BPBD Parimo Siagakan TRC Antisipasi Karhutla dan Kekeringan
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Mepanga, yakni Desa Ogotion, Kota Raya Timur, Kota Raya Tenggara, dan Kota Raya Selatan, serta Kecamatan Ongka Malino di Desa Lambanau.
Melalui percepatan pemetaan sumber air serta pengusulan bantuan sumur bor dan embung, Dinas TPHP berharap petani tidak kehilangan kesempatan tanam pada musim berikutnya dan produksi pangan daerah tetap terjaga.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar