Karhutla Ancam Pertanian, Dinas TPHP Parimo Siapkan Basis Data Pemulihan Petani

PARIMO, theopini.idDampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga keberlanjutan sektor pertanian warga.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parimo mulai menyiapkan langkah pemulihan berbasis pendataan komoditas terdampak di seluruh kecamatan.

Baca Juga: Karhutla Avolua Jadi Ancaman Serius bagi Hutan Parimo

“Kami sudah menginstruksikan seluruh UPTD penyuluh di 23 kecamatan untuk melakukan pendataan komoditas yang terdampak kebakaran dan kekeringan,” ujar Plt Kepala Dinas TPHP Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya saat menyerahkan bantuan di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pendataan tersebut mencakup jenis tanaman, luasan lahan atau jumlah pohon, hingga kepemilikan lahan. Data itu, akan menjadi dasar penyaluran bantuan pemulihan kepada petani yang terdampak karhutla.

“Kami diminta menginventarisir semua komoditas yang terbakar, berapa luasannya, siapa pemiliknya, dan jenis tanamannya. Ini menjadi dasar intervensi bantuan ke depan,” katanya.

Menurut Dadan, komoditas yang didata meliputi tanaman perkebunan seperti mangga dan durian, serta hortikultura seperti cabai.

Khusus tanaman cabai, pendataan dilakukan berdasarkan luasan lahan karena tidak memungkinkan dihitung per pohon.

“Untuk cabai kita hitung berdasarkan luasan, setengah hektare atau satu hektare. Kalau tanaman buah bisa dihitung per pohon,” jelasnya.

Di sisi lain, Dinas TPHP juga menyalurkan 50 unit hand sprayer dan dua unit mesin pompa air untuk mendukung upaya penanganan karhutla di Kecamatan Siniu. Bantuan tersebut, disalurkan melalui Posko Karhutla Desa Toboli Induk, Kecamatan Parigi Utara.

“Alat ini sangat dibutuhkan karena banyak titik kebakaran sulit dijangkau armada Damkar. Hand sprayer dipakai untuk pemadaman manual, sedangkan pompa air digunakan di lokasi yang memiliki sumber air,” ungkap Dadan.

Ia menambahkan, bantuan pemulihan yang disiapkan nantinya tidak hanya berupa bibit, tetapi juga sarana produksi pertanian seperti pupuk dan pestisida. Namun, penyalurannya masih menunggu kondisi lapangan yang lebih memungkinkan.

“Saat ini masih musim kemarau, jadi kita harus mempertimbangkan ketersediaan air sebelum bantuan pemulihan disalurkan,” tuturnya.

Baca Juga: Kejar Musim Tanam, DTPHP Parimo Fokuskan Solusi Air Tanah untuk Sawah Kering

Dadan menegaskan, pendataan dan penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh di wilayah terdampak, termasuk Kecamatan Parigi Utara, Parigi Barat, dan Siniu.

“Kami berharap pemadaman bisa lebih efektif dan, yang tidak kalah penting, petani terdampak bisa segera mendapatkan pemulihan yang tepat sasaran,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar