GORONTALO, theopini.id – Menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menginstruksikan seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk mengawasi dan mengamankan ketersediaan stok pangan serta bahan bakar minyak (BBM).
“Sepanjang Ramadan dan Idulfitri ini, tolong untuk komoditi yang rawan seperti gas LPG, BBM, beras, minyak kelapa dan lainnya dipelajari terus rantai pasoknya. Kalau bisa itu kita amankan,” tegas Gusnar saat memimpin Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran APBD 2026 di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernur, Jum’at, 20 Februari 2026.
Ia menekankan, pentingnya langkah antisipatif agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci.
Selain soal kebutuhan pokok, Gubernur Gusnar juga menyoroti persiapan tradisi Tumbilotohe yang identik dengan penggunaan lampu botol berbahan bakar minyak tanah.
Ia meminta pemerintah provinsi mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan di titik-titik tradisional.
“Untuk Tumbilotohe, kalau bisa kita backup penyelenggaraannya di titik-titik yang tradisional. Permasalahannya terkait penyediaan minyak tanah, untuk hal ini kita lihat perkembangannya ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, Gusnar mendorong percepatan proses pengadaan barang dan jasa agar tahapan administrasi dapat rampung sebelum Idulfitri.
Dalam rapat tersebut terungkap delapan OPD telah melampaui realisasi fisik dan keuangan per Februari 2026, sementara 25 OPD lainnya belum mencapai target.
Penyesuaian Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pascapelantikan serta belum diterimanya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN menjadi salah satu faktor penyebab.
Rapat juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen jaringan pengawasan pelayanan publik oleh Ombudsman RI Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar