PARIMO, theopini.id – Pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dinilai belum maksimal, akibat keterbatasan tenaga dokter hewan dan medik di lapangan.
Saat ini, daerah tersebut hanya memiliki satu dokter hewan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melayani wilayah yang cukup luas.
Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) Parimo, I Wayan Gede Purna, mengatakan jumlah tenaga dokter hewan yang tersedia saat ini, masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan pelayanan.
“Dokter hewan yang berstatus PNS hanya satu orang, ditambah satu tenaga ahli. Padahal cakupan wilayah Parimo sangat luas,” ujar Wayan Gede Purna saat ditemui baru-baru ini.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, DISPKH Parimo masih mengandalkan tenaga medik hewan atau yang dikenal masyarakat sebagai mantri hewan. Para petugas tersebut, tetap bekerja di bawah koordinasi dokter hewan.
Wayan menyebutkan tenaga medik hewan yang tersedia di Kabupaten Parimo saat ini, sekitar 12 orang. Jumlah tersebut, dinilai belum sebanding dengan luas wilayah serta kebutuhan pelayanan kesehatan hewan di masyarakat.
“Sekarang satu orang bisa menangani dua bahkan lebih kecamatan, padahal idealnya satu kecamatan ditangani sekitar lima petugas kesehatan hewan,” jelasnya.
Ia juga mengakui keterbatasan dalam merekrut tenaga honorer, turut mempengaruhi kemampuan pelayanan di lapangan.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan penambahan tenaga dokter hewan maupun tenaga medik hewan, agar pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar