Dampingi Parimo, KLH Siapkan Skema Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mulai mematangkan skema pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi melalui pendampingan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang menyasar sistem pengolahan hingga pencarian mitra industri.

“Kabupaten Parimo merupakan salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan khusus dalam pengelolaan sampah, agar sistemnya lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Tim Pendamping KLH, Jarot Pandu Panji Asmoro saat menemui Bupati Parimo, H Erwin Burase di Parigi, Senin, 30 Maret 2026.

Pertemuan tersebut, turut dihadiri Ketua DPRD Parimo, Alfres Tonggiro serta sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan.

Dalam pembahasan, fokus diarahkan pada strategi pengolahan sampah, mulai dari perencanaan zonasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penguatan pengelolaan sampah anorganik, hingga optimalisasi bank sampah.

Selain itu, pihak kementerian juga akan membantu mencarikan mitra (buyer) untuk pengolahan sampah plastik guna meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tersebut.

“Aspek komunikasi, informasi, dan edukasi juga penting, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah,” tambah Jarot Pandu Panji Asmoro.

Sementara itu, Bupati Parimo, Erwin Burase menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat serta dukungan inovasi dalam pengelolaan sampah.

Ia mengungkapkan, saat ini telah ada inisiatif dari generasi muda di wilayah Kotaraya yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.

“Inovasi seperti ini harus kita dorong karena berpotensi mengurangi volume sampah secara signifikan,” ujarnya.

Selain itu, pertemuan juga membahas potensi pengolahan sampah organik, khususnya dari limbah kulit durian.

Hal ini, dinilai strategis mengingat terdapat sekitar 17 packing house durian di Kabupaten Parimo, sehingga limbah organik dapat dikelola menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan ini, merupakan evaluasi awal dalam rangka pendampingan, di mana tim dari kementerian juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas pengelolaan sampah di berbagai lokasi, termasuk pasar, kawasan permukiman, dan perkantoran.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat, pengelolaan sampah di Kabupaten Parimo diharapkan tidak hanya lebih tertata, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar