Parimo Siapkan Kualitas Beras untuk Tembus Pasar Nasional

PARIMO, theopini.idPemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas beras daerah, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, seiring rencana kerja sama pangan dengan BUMD DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya.

“Walaupun produksi kita tinggi, kalau kualitasnya kurang maka daya saing juga akan rendah. Karena itu, fokus kita tidak hanya kuantitas, tetapi juga mutu beras yang dihasilkan petani,” ujar Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Parimo, Dadan Priatna Jaya, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam menjaga kualitas beras adalah faktor cuaca, terutama saat musim hujan.

Tingginya kadar air pada gabah kerap memengaruhi kualitas beras, seperti meningkatnya butir patah yang menyebabkan beras tidak masuk kategori premium.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan teknologi pascapanen, salah satunya melalui penyediaan alat pengering gabah skala industri berbasis teknologi tinggi.

Menurutnya, penggunaan teknologi pengering gabah dapat membantu mengendalikan kadar air sehingga kualitas beras tetap terjaga dan berpeluang masuk pasar premium.

Selain peningkatan kualitas, Pemda Parimo juga mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam dan optimalisasi indeks pertanaman (IP).

Saat ini sebagian besar wilayah masih berada pada IP200, namun ditargetkan meningkat menjadi IP300. Beberapa wilayah seperti Parigi Selatan, Torue, dan Balinggi dinilai memiliki potensi untuk menerapkan pola tanam tersebut.

Upaya peningkatan produksi dan kualitas ini diharapkan dapat memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penyangga pangan, sekaligus memenuhi standar yang dibutuhkan dalam rencana kerja sama dengan Food Station DKI Jakarta.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar