Basuki Kembali Desak Pemda Parimo Selesaikan Masalah Banjir di Bantaya

PARIMO, theopini.idAnggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Muhammad Basuki, kembali mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera menuntaskan persoalan banjir, yang kerap terjadi di sebagian wilayah Kelurahan Bantaya.

Desakan tersebut, kembali disampaikan Basuki dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD bersama Dinas PUPRP, BPBD, dan DLH, yang membahas tindak lanjut penanganan pohon pelindung di Kabupaten Parimo.

“Saya harap ini mendapatkan perhatian penting, khususnya blok dari Rumah Sakit yang turun ke arah jalur Tonikota dan lainnya,” ujar Basuki, Kamis, 16 April 2026.

Dalam rapat itu, Basuki menjelaskan di Kelurahan Bantaya, khususnya pada jalur Jalan Tonikota, Pramuka hingga sebagian Jalan Yos Sudarso, kerap terjadi genangan air saat hujan, meskipun dengan intensitas rendah. Kondisi tersebut, menurutnya harus segera ditangani secara teknis.

BACA JUGA:  Cukai Rokok Naik, Pemerintah Diminta Antisipasi Peredaran Rokok Ilegal

Ia mengungkapkan, sekitar 70 rumah warga terdampak banjir di kawasan tersebut. Kondisi itu, sangat memprihatinkan, terutama ketika hujan terjadi pada malam hari.

“Ini sudah terjadi bertahun-tahun dan belum ada solusi pasti. Akibatnya masyarakat harus mengangkat kasur saat hujan,” katanya.

Basuki juga meminta agar dinas terkait kembali melakukan analisis terhadap sejumlah upaya penanganan yang telah dilakukan, termasuk pembangunan drainase untuk membagi aliran air.

Menurutnya, drainase yang dibangun di perempatan Jalan Tonikota terkesan belum berfungsi optimal, dan belum memberikan dampak signifikan dalam mengurangi debit air di lokasi banjir.

BACA JUGA:  Muhammad J Wartabone Dijadwalkan Hadiri Pesta Sholawat Akbar di Parimo

Selain kawasan Tonikota hingga Yos Sudarso, Basuki juga mendesak pemerintah untuk menyelesaikan titik-titik banjir di ibu kota kabupaten saat hujan, seperti di Kelurahan Kampal dan Maesa.

“Saya berharap ke depan masalah krusial ini segera diatasi dengan analisis yang baik, karena kasihan masyarakat harus terus terdampak setiap musim hujan,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar