Sidang GBI Sulteng di Parimo Perkuat Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan

PARIMO, theopini.id Sidang Majelis Daerah Khusus (SMDK) Gereja Bethel Indonesia (GBI) se-Sulawesi Tengah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menjadi momentum memperkuat sinergi gereja dan pemerintah dalam menjaga kerukunan serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah meyakini bahwa gereja sebagai mitra memiliki kontribusi besar dalam membina umat serta menjaga nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Karena itu, sinergi harus terus diperkuat demi terwujudnya kehidupan yang damai dan harmonis,” ujar Erwin Burase dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Epi Satriani, di Gedung GBI Bethany Parigi, Rabu malam, 22 April 2026.

BACA JUGA:  Hari Pengayoman ke-79, Tiga Pegawai Lapas Parigi Terima Tanda Satyalencana

Ia menegaskan, sidang tersebut tidak sekadar agenda internal gereja, tetapi juga wadah strategis untuk mempererat persaudaraan, merumuskan arah pelayanan, serta mempertegas kontribusi gereja dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan, memperkokoh nilai moral, serta menanamkan semangat toleransi, kebersamaan, dan gotong royong di tengah keberagaman masyarakat.

Ia juga menekankan, Kabupaten Parimo sebagai daerah majemuk membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk gereja, untuk menjadi perekat sosial dan penyejuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Hukum Setda Sulawesi Tengah, Adiman menegaskan pentingnya menjaga harmoni sebagai fondasi pembangunan daerah.

BACA JUGA:  10 Tenaga Honorer di KPU Parimo Diberhentikan

“Semangat harmoni merupakan komitmen bersama dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Gereja diharapkan terus menjadi pelopor kasih, penjaga kedamaian, dan penguat harmoni sosial,” ujarnya membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut, pemerintah provinsi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Sulawesi Tengah tetap damai dan rukun, dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan.

Melalui sidang ini, diharapkan lahir keputusan yang bijaksana, kepemimpinan yang kuat, serta program pelayanan gereja yang mampu memberi manfaat nyata bagi umat sekaligus memperkuat stabilitas sosial dan pembangunan daerah.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar