PARIMO, theopini.id – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mulai mematangkan program mitigasi bencana berbasis data dan skala prioritas.
Program tersebut, disusun untuk pelaksanaan hingga 2027 melalui Rapat Kerja (Raker) mengusung tema “Bersinergi, Berkolaborasi, Tangguh Bersama Mewujudkan Parimo Tangguh Bencana untuk Masa Depan yang Lebih Aman” di Parigi, Selasa malam, 12 Mei 2026.
“Sebab tugas kita ini sifatnya koordinasi, membantu pemerintah daerah untuk melakukan kerja-kerja mitigasi bencana,” ujar Ketua FPRB Parimo, Arifin Lamalindu.
Ia menjelaskan, penyusunan program kerja dilakukan dengan mengacu pada tugas dan fungsi FPRB, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati, terutama dalam membantu pemerintah daerah pada upaya pengurangan risiko bencana.
Di antaranya, membantu penyusunan, penetapan dan penyebarluasan peta rawan bencana serta prosedur tetap penanganan bencana.
Selain itu, FPRB juga memiliki tanggung jawab meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan dan adaptasi risiko bencana, termasuk mendorong pengarusutamaan mitigasi bencana dalam pembangunan daerah.
“Sehingga pada Raker ini, setiap koordinator bidang bertanggung jawab menyusun dan mempresentasikan program kegiatannya yang akan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan skala prioritas,” jelasnya.
Menurut Arifin, Raker tersebut juga menjadi ruang pembahasan lokus intervensi prioritas untuk mendukung upaya mitigasi bencana hingga akhir masa kepengurusan.
“Semua program di masing-masing bidang saling berkaitan sehingga dapat dikerjakan secara sinergi. Hasil yang paling pertama adalah mengumpulkan data yang valid sehingga program selanjutnya bisa tepat sasaran karena berangkat dari data,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar