DPRD Parimo Pertanyakan Hilangnya Anggaran Pengadaan Tujuh Unit Hand Tractor

PARIMO, theopini.idAnggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Salimun Mantjabo, mempertanyakan hilangnya anggaran pengadaan hand tractor yang sebelumnya diusulkan melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) pada 2025.

Salimun mengingatkan pemerintah daerah, agar tidak mempermainkan anggaran yang diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor pertanian.

“Informasi terakhir yang kami dapat, anggaran itu hilang. Padahal ini bukan usulan tahun ini,” kata Salimun dalam rapat paripurna DPRD Parimo yang dihadiri Wakil Bupati, H Abdul Sahid, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sebelumnya dinas terkait beralasan pengadaan hand tractor senilai sekitar Rp337 juta tidak dapat direalisasikan, karena minimnya ketersediaan barang.

Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Parimo, anggaran tersebut disebut sudah tidak ada lagi.

“Saya ingatkan jangan main-main dengan anggaran ini, apalagi untuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, ketidakjelasan keberadaan anggaran pengadaan tujuh unit hand tractor itu, diduga disebabkan buruknya manajemen di internal dinas terkait maupun pengelolaan keuangan.

Ia meminta pemerintah daerah mengevaluasi manajemen dinas terkait, mengingat mulai banyak keluhan masyarakat mengenai penanganan program pemberdayaan petani.

Di hadapan Wakil Bupati, Salimun meminta pimpinan DPRD Parimo turun tangan menyelesaikan persoalan hilangnya anggaran tersebut, karena berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap dirinya sebagai wakil rakyat.

“Ada apa ini? Dulu anggarannya dipastikan ada, sekarang tiba-tiba hilang,” ujarnya.

Bahkan, ia mengancam akan membawa masyarakat penerima manfaat untuk menagih langsung realisasi pengadaan hand tractor ke dinas terkait, dan pihak-pihak yang berkepentingan.

Ia juga meminta Wakil Bupati Parimo memastikan pengadaan alat tersebut tetap diupayakan terealisasi tanpa alasan apa pun, mengingat kebutuhan hand tractor dinilai penting untuk mendukung kemandirian petani.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar