Lomba B2SA Parimo Dorong Kreasi Menu Sehat Berbasis Pangan Lokal

PARIMO, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Cipta Menu Makan Bergizi Gratis Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Rabu, 5 Mei 2026.

Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Parimo, H Erwin Burase itu, menjadi ajang kreativitas peserta dari berbagai kecamatan dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu sehat dan bergizi untuk ibu hamil, remaja usia 9–12 tahun, hingga balita usia 3–5 tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Parimo, Sofiana mengatakan, lomba tersebut merupakan bentuk inovasi dalam memperkuat konsumsi pangan lokal yang nantinya dapat dikelola melalui SPPG di Kabupaten Parimo.

“kegiatan ini merupakan suatu inovasi dan kreativitas Dinas Ketapang yang berkolaborasi dengan SPPG se-Kabupaten Parigi Moutong dalam melakukan penguatan konsumsi pangan lokal yang nantinya akan dikelola oleh SPPG di Kabupaten Parimo,” ujarnya.

Lomba diikuti peserta dari Kecamatan Parigi Utara, Balinggi, Tinombo, Torue, Ampibabo, Parigi Selatan, Moutong, Parigi, Kasimbar, Tinombo Selatan, Taopa, Toribulu, Tomini, dan Parigi Tengah.

Berbagai menu yang ditampilkan peserta mengangkat potensi pangan lokal dengan olahan kreatif, sehat, dan seimbang. Pemerintah daerah menilai langkah tersebut penting, untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menyebut, lomba B2SA sebagai langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi sehat berbasis potensi daerah.

“Kegiatan ini, merupakan langkah positif dan strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat, bergizi, aman, dan berbasis potensi pangan lokal,” kata Erwin.

Ia berharap, kegiatan tersebut mampu melahirkan inovasi menu yang kreatif, sehat, ekonomis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi menu yang kreatif, sehat, ekonomis, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat dan generasi muda,” tambahnya.

Pada akhir kegiatan, Kecamatan Kasimbar berhasil meraih Juara I dengan nilai 750. Posisi kedua ditempati Kecamatan Parigi Selatan dengan nilai 745, disusul Kecamatan Tinombo sebagai Juara III dengan nilai 735.

Sementara kategori Harapan I diraih Kecamatan Parigi dengan nilai 730, sedangkan Kecamatan Moutong memperoleh nilai 690.

Baca berita lainnya di Google News

Komentar