PARIMO, theopini.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terus mendorong Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Upaya tersebut, ditunjukkan melalui pemaparan potensi kawasan kepada tim Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI yang melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Mepanga, Rabu, 3 Juni 2026.
“Ini adalah hal yang paling kita tunggu. Di tengah kondisi daerah yang menghadapi keterbatasan anggaran, usulan PSN ini menjadi harapan besar bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya yang berada di kawasan transmigrasi,” kata Bupati Parimo, H Erwin Burase.
Ia menjelaskan Kawasan Transmigrasi Bahari Tomini Raya saat ini, mencakup lima kecamatan. Pemerintah daerah juga berencana mengusulkan penambahan Kecamatan Tomini dan Mepanga, guna memperluas wilayah pengembangan.
Menurutnya, kawasan yang membentang dari Kecamatan Ongka Malino hingga Kecamatan Moutong tersebut dihuni sekitar 117 ribu jiwa atau lebih dari 38 ribu kepala keluarga.
Kawasan itu, meliputi 75 desa yang berkembang dari 12 satuan permukiman transmigrasi yang dibangun sejak 1973 hingga 2018.
“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga berkembang menjadi kawasan industri sehingga hasil petani dan nelayan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pemerintah daerah telah mengidentifikasi sejumlah komoditas unggulan yang menjadi kekuatan kawasan, antara lain durian, kelapa dalam, padi, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya.
Untuk mendukung pengembangan tersebut, Pemda Parimo menargetkan kawasan seluas sekitar 72 ribu hektare.
Dari luas itu, sekitar 18 ribu hektare direncanakan untuk pengembangan durian dan 18 ribu hektare untuk kelapa dalam, yang akan terintegrasi dengan program hilirisasi sektor pertanian dan perikanan.
Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, pengembangan kawasan melalui hilirisasi komoditas unggulan berpotensi menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp440 triliun per tahun serta membuka sedikitnya 80 ribu lapangan kerja.
“Kami berharap apabila kawasan ini ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional, manfaat ekonominya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambah Erwin.
Ia juga mengungkapkan, kunjungan Kementrans tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemda Parimo dan Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, pada Maret 2026 yang membahas kesiapan daerah menjadi kawasan percontohan transmigrasi modern di Indonesia.
Melalui kunjungan ini, pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat terhadap usulan PSN dapat mempercepat pembangunan kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Bahari Tomini Raya.
Kunjungan kerja tersebut, dipimpin Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Moh Andy Wijaya, didampingi Perencana Ahli Utama Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Transmigrasi, Mona Putradinata, serta Perencana Ahli Madya Direktorat Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, Siti Rahmawati Dian Nuarini.
Baca berita lainnya di Google News







Komentar