PARIMO, theopini.id – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Yushar, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melibatkan kelompok nelayan yang benar-benar kompeten, apabila rencana kerja sama dengan investor di sektor perikanan terealisasi.
Menurutnya, sinergi antara investor dan nelayan lokal menjadi kunci keberhasilan pengelolaan potensi perikanan daerah.
Pernyataan itu, disampaikan Yushar menanggapi pemaparan Wakil Bupati Parimo, H. Abdul Sahid, terkait rencana pemerintah menjalin kerja sama dengan salah satu investor di sektor perikanan.
Ia menegaskan, pemerintah perlu memberikan kemudahan dan jaminan kenyamanan bagi setiap investor yang masuk ke Parimo.
“Yang utama saya tekankan, pemerintah harus memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada setiap investor yang masuk,” ujar Yushar di Parigi, Selasa, 21 Juli 2026.
Yushar mengapresiasi langkah pemerintah menghadirkan investasi di sektor perikanan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan investasi juga ditentukan oleh kesiapan kelompok nelayan yang akan menjadi mitra perusahaan.
Karena itu, ia meminta Pemda Parimo selektif dalam menetapkan asosiasi atau kelompok nelayan yang dilibatkan.
“Saya harap yang bersinergi nanti betul-betul asli nelayan. Jika memang dilibatkan secara langsung, harus benar-benar nelayan,” katanya.
Menurut Yushar, pelibatan asosiasi nelayan yang kompeten dan memahami kondisi sektor perikanan akan mendukung keberlanjutan kerja sama dengan investor.
Selain menjadi mitra perusahaan, kelompok tersebut juga diharapkan mampu menyalurkan aspirasi para nelayan.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan investor dapat berjalan sesuai kesepakatan sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain itu, Yushar mengingatkan agar Pemda Parimo mengoptimalkan pemanfaatan packing house perikanan yang telah dimiliki sebagai fasilitas penunjang pengembangan sektor perikanan.
“Saya kira pemerintah sudah memiliki packing house perikanan. Fasilitas ini harus benar-benar diperhatikan karena menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat nelayan,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Galvin














