the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemkot Makassar Dorong Sampah Organik Jadi Penopang Ketahanan Pangan

the OPINIbythe OPINI
3 Juni 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
3 Juni 2026
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Pemkot Makassar Dorong Sampah Organik Jadi Penopang Ketahanan Pangan

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah OPD terkait, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: IST)

Baca Juga

CFD Jalan Rusa Dibuka, Pemkot Makassar Siapkan Ruang Usaha bagi UMKM

FORKOT Makassar Libatkan 15 Kecamatan, Munafri Dorong Olahraga Jadi Ruang Positif bagi Pemuda

Pemkot Makassar Kaji Pasar Hewan Terpadu, Revitalisasi RPH Mulai Dimatangkan

MAKASSAR, theopini.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong pemanfaatan sampah organik, sebagai sumber daya produktif yang dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat, melalui pengembangan program urban farming di berbagai wilayah kota.

“Kita ingin sampah organik tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali. Urban farming harus terhubung dengan pengolahan kompos dan maggot agar tercipta siklus yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Rabu, 3 Juni 2026.

Rapat yang berlangsung di Kantor Dekranasda Makassar tersebut, membahas strategi pengintegrasian hasil pengolahan sampah organik dengan program urban farming yang selama ini berkembang di sejumlah kawasan Kota Makassar.

Menurut Melinda, seluruh kawasan urban farming perlu didorong untuk mengoptimalkan pengolahan sampah organik melalui produksi kompos dan budidaya maggot.

Langkah itu, dinilai penting untuk menciptakan sistem lingkungan yang produktif sekaligus mendukung ketersediaan pangan lokal.

Selain itu, Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar juga mendorong edukasi berkelanjutan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat terkait pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Setiap wilayah diharapkan mampu mengembangkan komoditas sesuai potensi lokal agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

Untuk memperkuat program tersebut, pemerintah berencana menghadirkan penyuluh urban farming di setiap kecamatan guna mendampingi masyarakat dalam budidaya tanaman, pengolahan kompos, hingga pemanfaatan hasil panen.

Tidak hanya itu, Dewan Lingkungan Hidup juga merencanakan pelaksanaan kegiatan “Market Day” yang akan melibatkan perangkat daerah dan kecamatan sebagai wadah promosi serta pemasaran hasil urban farming masyarakat.

Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar, Andi Fadli, menjelaskan bahwa kebijakan Wali Kota Makassar diarahkan untuk mengintegrasikan program urban farming, ketahanan pangan, dan pengelolaan lingkungan hidup dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Hasil kompos yang diproduksi masyarakat dapat dimanfaatkan kembali untuk urban farming. Bahkan ke depan berpotensi terhubung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif,” jelas Fadli.

Ia menilai tingginya volume sampah organik di Kota Makassar menjadi peluang besar untuk mendukung pengembangan urban farming apabila dikelola secara terintegrasi dan berbasis potensi wilayah.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengungkapkan saat ini terdapat 15 lokasi urban farming yang telah aktif.

Namun, masih ada sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan fasilitas pengolahan sampah organik seperti kompos dan maggot.

Menutup rapat tersebut, Melinda berharap model kolaborasi antara pengelolaan sampah, urban farming, dan ketahanan pangan dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Makassar.

“Harapan kami, model kolaborasi ini dapat diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kota Makassar, sehingga pengelolaan sampah, urban farming, dan ketahanan pangan dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling mendukung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca berita lainnya di Google News

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DewanLingkunganHidupKotaMakassar#MelindaAksa#PemkotMakassar
ShareSendTweet
Previous Post

16 Poktan di Parimo Terima Bantuan Bibit Kelapa untuk Pengembangan 300 Hektare Lahan

Next Post

Kapolda Sulteng: Penyidik Harus Jadi Ujung Tombak Penegakan Hukum yang Profesional

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Pemda Parimo Perkuat Sinergi Empat OPD Tekan Kematian Ibu dan Anak

Pemda Parimo Perkuat Sinergi Empat OPD Tekan Kematian Ibu dan Anak

19 Oktober 2026
Pemkot dan PA Palu Perkuat Perlindungan Hak Nafkah Perempuan dan Anak Pascaperceraian

Pemkot dan PA Palu Perkuat Perlindungan Hak Nafkah Perempuan dan Anak Pascaperceraian

19 Oktober 2026
Pansel JPTP Parimo Ajukan 13 Bukti di PTUN Palu, Minta Rektor Untad Dihadirkan

Pansel JPTP Parimo Ajukan 13 Bukti di PTUN Palu, Minta Rektor Untad Dihadirkan

19 Oktober 2026
Kabut Asap Selimuti Gorontalo, BPBD Siapkan 1.500 Masker Gratis

Kabut Asap Selimuti Gorontalo, BPBD Siapkan 1.500 Masker Gratis

18 Oktober 2026
Riset Ungkap Kerentanan Warga Siniu di Tengah Rencana Pembangunan NEPIE

Riset Ungkap Kerentanan Warga Siniu di Tengah Rencana Pembangunan NEPIE

18 Oktober 2026
Gubernur Sulteng Minta Sidak SPBU Diperkuat untuk Awasi Distribusi BBM

Gubernur Sulteng Minta Sidak SPBU Diperkuat untuk Awasi Distribusi BBM

17 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Gempa Bumi Terkini 5.4 M Guncang 59 km BaratDaya MEULABOH-ACEHBARAT

21 Oktober 2026
Sungai Rusak dan Resahkan Warga, Aktivitas Tambang Ilegal di Bonemarawa Donggala Bebas Beroperasi

Sungai Rusak dan Resahkan Warga, Aktivitas Tambang Ilegal di Bonemarawa Donggala Bebas Beroperasi

20 Oktober 2026
Kapolda Sulteng Bahas Pembentukan Pos Kamling untuk Perkuat Keamanan Warga

Kapolda Sulteng Bahas Pembentukan Pos Kamling untuk Perkuat Keamanan Warga

19 Oktober 2026
Gubernur Sulteng Pastikan 80 Siswa SMKN 1 Batui Tetap Lanjut Sekolah

Gubernur Sulteng Pastikan 80 Siswa SMKN 1 Batui Tetap Lanjut Sekolah

19 Oktober 2026
Kelangkaan BBM hingga Tambang Ilegal Jadi Bahasan Gubernur dan Kapolda Sulteng

Kelangkaan BBM hingga Tambang Ilegal Jadi Bahasan Gubernur dan Kapolda Sulteng

19 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Pemda Parimo Perkuat Sinergi Empat OPD Tekan Kematian Ibu dan Anak

Pemda Parimo Perkuat Sinergi Empat OPD Tekan Kematian Ibu dan Anak

19 Oktober 2026
Kapolda Rizal Irawan: Alam Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang

Kapolda Rizal Irawan: Alam Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang

14 Oktober 2026
Lima Penumpang Long Boat Sempat Hilang Kontak di Perairan Balut Ditemukan Selamat

Lima Penumpang Long Boat Sempat Hilang Kontak di Perairan Balut Ditemukan Selamat

16 Oktober 2026
Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

Anwar Hafid Siapkan Beasiswa Guru dan Tenaga Kesehatan pada 2027

14 Oktober 2026
Sungai Rusak dan Resahkan Warga, Aktivitas Tambang Ilegal di Bonemarawa Donggala Bebas Beroperasi

Sungai Rusak dan Resahkan Warga, Aktivitas Tambang Ilegal di Bonemarawa Donggala Bebas Beroperasi

20 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Ragam
    • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d