PALU, theopini.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah, memaparkan capaian enam bulan pelaksanaan Program BERANI yang mulai dijalankan sejak Januari 2025.
Sejumlah program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur disebut mulai menunjukkan hasil, mulai dari perluasan beasiswa, peningkatan perlindungan layanan kesehatan, hingga pembangunan jalan dan jembatan di berbagai wilayah.
“Teman-teman wartawan adalah ujung tombak kami. Kalau memang ada yang masih kurang, silakan disampaikan. Kami terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” kata Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Renny Lamadjido, saat membuka konferensi pers capaian Program BERANI di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin, 6 Juli 2026.
Ia mengatakan, Program BERANI dirancang sebagai kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, bukan sekadar slogan pemerintahan.
Karena itu, Pempov Sulawesi Tengah sengaja menyampaikan perkembangan program kepada publik melalui media.
Beasiswa Jadi Program dengan Anggaran Terbesar
Sektor pendidikan menjadi penerima alokasi anggaran terbesar melalui Program BERANI Cerdas. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanza mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp351 miliar pada 2026 yang terbagi dalam tujuh program utama.
Salah satu program terbesar adalah beasiswa pendidikan dengan alokasi Rp264 miliar. Jika pada 2025 pemerintah membantu 23.568 mahasiswa, maka pada 2026 jumlah pendaftar meningkat menjadi 27.344 orang, sehingga total penerima manfaat diperkirakan mendekati 50 ribu mahasiswa.
Cakupan penerima beasiswa juga diperluas hingga jenjang Strata 2, Strata 3, pendidikan dokter spesialis, serta beasiswa bagi guru.
Selain itu, pemerintah tetap mengalokasikan BOSDA bagi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun sebagian sekolah swasta, memberikan subsidi biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga desil 5, bantuan seragam sekolah, pembiayaan praktik kerja industri siswa SMK, beasiswa S2 bagi guru, hingga penyediaan layanan internet Starlink di sekolah-sekolah terpencil.
Firmanza juga menyebut, pemerintah memperoleh dukungan hampir Rp50 miliar dari pemerintah pusat untuk merevitalisasi 17 SMA, 14 SMK, dan 9 SLB.
“Anggaran Rp351 miliar ini merupakan upaya Bapak Gubernur untuk mengentaskan kebodohan sekaligus kemiskinan. Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan,” ujarnya.
BERANI Sehat Perluas Jaminan Layanan Kesehatan
Di sektor kesehatan, Program BERANI Sehat difokuskan pada perluasan akses layanan melalui integrasi dengan BPJS Kesehatan serta skema layanan non-JKN.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Fatma A. Deu, mengatakan hingga Juni 2026 realisasi anggaran program mencapai Rp52,4 miliar, terdiri atas pembiayaan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) sekitar Rp35 miliar dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sekitar Rp16 miliar.
Kabupaten Sigi tercatat sebagai daerah dengan jumlah peserta terbanyak, sedangkan Kabupaten Parigi Moutong membutuhkan anggaran terbesar karena jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi.
Program ini, juga membiayai layanan kesehatan yang belum ditanggung BPJS, seperti korban kekerasan, penganiayaan, hingga kejadian luar biasa atau wabah.
Pemerintah turut memanfaatkan aplikasi Sehati, untuk mempermudah verifikasi kepesertaan sekaligus membantu penerbitan Nomor Induk Kependudukan bagi anak yang belum memiliki identitas.
Infrastruktur Dorong Konektivitas Daerah
Sementara itu, melalui Program BERANI Lancar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan Rp208,98 miliar pada 2026 untuk menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, menjelaskan pemerintah juga menjalankan 12 paket kontrak tahun jamak (multiyears contract) dengan total anggaran Rp604,82 miliar guna mempercepat peningkatan jalan provinsi.
Pada tahun ini, penanganan dilakukan terhadap 46 ruas jalan non-multiyears dengan panjang pekerjaan mencapai 43,73 kilometer.
Pemerintah juga mendukung pembangunan 26 ruas jalan desa sepanjang 19,76 kilometer, sebagai bagian dari target Program BERANI Lancar 1.000 kilometer jalan desa, serta membangun 10 unit jembatan sepanjang 52 meter dengan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Menurut Faidul, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, membuka konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.
Pemaparan capaian enam bulan Program BERANI menunjukkan fokus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi













