DONGGALA, theopini.id – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan, pentingnya memperkuat moderasi beragama sebagai benteng masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi dan masuknya berbagai paham yang berpotensi mengganggu persatuan dan kerukunan bangsa.
“Indonesia adalah rumah besar dan rumah bersama. Perbedaan suku, agama, dan budaya merupakan bagian dari kebinekaan yang harus kita jaga bersama. Untuk meraih kerukunan, kita harus mampu menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling menghargai, membangun kepercayaan, serta memahami perkembangan teknologi informasi dan globalisasi,” ujar Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, saat menjadi narasumber sosialisasi moderasi beragama di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Selasa, 21 Juli 2026.
Ia menegaskan, setiap warga negara memiliki tanggung jawab menjaga keharmonisan kehidupan beragama.
Menurutnya, tidak boleh ada tindakan menghina, mencaci, maupun merendahkan agama lain karena hal tersebut dapat memicu konflik sosial dan merusak persatuan bangsa.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi di era digital membawa peluang sekaligus tantangan. Karena itu, masyarakat dituntut memiliki kesadaran dan kecerdasan dalam menyikapi berbagai informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai toleransi.
“Kesadaran global harus kita pahami agar mampu menyikapi keterbukaan informasi secara bijak. Dengan begitu, kerukunan antarumat beragama, toleransi, dan keharmonisan dapat terus kita wujudkan bersama,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Setda Donggala, Isngadi, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai paham yang dapat mengganggu persatuan.
“Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi seperti saat ini, kita tidak boleh lengah. Berbagai paham yang bertentangan dengan persatuan dapat dengan mudah masuk ke tengah masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk membentengi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh,” ujar Isngadi membacakan sambutan Bupati Donggala.
Ia berharap sosialisasi moderasi beragama tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kerukunan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat di Kabupaten Donggala, khususnya Kecamatan Sirenja, dapat terus terjaga.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Donggala bekerja sama dengan FKUB Provinsi Sulawesi Tengah itu, dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala, jajaran Kesbangpol, Camat Sirenja, kepala desa, tokoh agama, tokoh perempuan, serta peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira















