PARIMO, theopini.id – Pembangunan gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah masih berada pada kisaran 30 persen lebih.
Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM (DisKopUKM) Parimo akan melakukan monitoring dan evaluasi, guna mengidentifikasi kendala yang menyebabkan progres pembangunan berjalan lambat.
“Di Triwulan IV untuk bidang koperasi sendiri ada monitoring dan evaluasi. Kita harus tahu titik lemahnya, kenapa progres Koperasi Merah Putih, khususnya pembangunan gerai masih lambat,” ujar Sekretaris DisKopUKM Parimo, Sulastri saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia mengatakan, monitoring dan evaluasi menjadi tahapan lanjutan, setelah DisKopUKM Parimo menyelesaikan rangkaian sosialisasi pemberdayaan dan penguatan kelembagaan KDKMP.
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk melihat kondisi pembangunan secara langsung, sekaligus mengetahui persoalan yang menghambat percepatan pembangunan gerai koperasi.
Ia menyebutkan, progres pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Parimo saat ini masih berada pada kisaran 30 persen lebih.
Selain pembangunan fisik, DisKopUKM Parimo juga terus memperkuat kapasitas pengurus KDKMP melalui sosialisasi pemberdayaan dan penguatan kelembagaan.
Kegiatan tersebut, dilaksanakan oleh Bidang Pemberdayaan dan Bidang Kelembagaan DisKopUKM Parimo
Kedua bidang masing-masing melaksanakan kegiatan di tiga titik, sehingga secara keseluruhan sosialisasi menyasar enam zona atau kecamatan.
“Meskipun dilaksanakan oleh dua bidang berbeda, kegiatan tersebut sama-sama menyasar pengurus Koperasi Desa Merah Putih, terutama dalam aspek pemberdayaan dan penguatan kelembagaan,” katanya.
Materi sosialisasi tidak hanya berkaitan dengan tata kelola organisasi, tetapi juga pembukuan koperasi. Pengetahuan tersebut dinilai penting untuk memastikan pengurus mampu menjalankan administrasi dan pengelolaan koperasi secara tertib.
“Sosialisasi tersebut terkait pemahaman tata kelola organisasi, juga membekali pengurus dengan pengetahuan pembukuan koperasi,” jelas Sulastri.
Rangkaian sosialisasi dilaksanakan pada Triwulan II dan Triwulan III. DisKopUKM Parimo menargetkan seluruh kegiatan tersebut dapat dituntaskan pada akhir Triwulan III.
Memasuki Triwulan IV, fokus bidang koperasi akan diarahkan pada monitoring dan evaluasi KDKMP, khususnya perkembangan pembangunan gerai.
Sulastri berharap pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut mendapat dukungan Pemerintah Daerah, terutama dalam hal alokasi anggaran.
“Cuma mudah-mudahan kita didukung dengan alokasi dana,” katanya.
Melalui penguatan kelembagaan, sosialisasi dan evaluasi secara berkala, DisKopUKM berharap KDKMP di Kabupaten Parimo memiliki kelembagaan yang kuat serta mampu berkembang secara optimal.
Baca berita lainnya di Google News













