PARIMO, theopini.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyiapkan strategi penanganan Tuberkulosis (TB), dengan memperluas penelusuran terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Langkah ini, dilakukan untuk menemukan kasus lebih dini dan memutus rantai penularan penyakit Tuberkulosis.
“Kalau ada satu penderita, kontak-kontaknya juga harus kita layani. Selama ini mungkin terbatas pada anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Padahal mestinya dilakukan tracking untuk melihat siapa saja yang memiliki kontak erat dan perlu diperiksa,” jelas Plt Kepala Dinkes Parimo, Darlin, ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, penelusuran kontak erat tidak seharusnya hanya menyasar orang yang tinggal serumah dengan pasien Tuberkulosis.
Orang lain yang sering berinteraksi dengan pasien juga perlu diidentifikasi, dan diperiksa untuk memastikan kemungkinan penularan.
Upaya tersebut, akan diperkuat melalui program “Mari Libas TB”, yang merupakan singkatan dari Masyarakat Mandiri, Peduli, dan Bebas TB. Program tersebut, rencananya diluncurkan dalam waktu dekat di Puskesmas Lompe Ntodea.
Darlin mengatakan, pemeriksaan kontak pasien Tuberkulosis di Kabupaten Parimo memang menunjukkan peningkatan. Cakupannya yang sebelumnya sekitar 11 persen kini mencapai sekitar 32 persen.
Namun, peningkatan tersebut masih perlu terus didorong agar semakin banyak kontak erat pasien yang dapat ditelusuri dan diperiksa.
“Untuk Tuberkulosis sebenarnya sudah ada kegiatan melalui DAU. Tetapi besarannya kadang-kadang belum sebesar harapan kita. Dengan adanya peningkatan capaian ini, kita berharap ada tambahan dukungan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan anggaran menjadi salah satu kebutuhan untuk memperkuat penemuan kasus, pemeriksaan kontak hingga pengobatan pasien Tuberkulosis.
Ia menyebut, kasus Tuberkulosis masih ditemukan hampir di seluruh wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Parimo.
Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan layanan kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menemukan dan menindaklanjuti masyarakat yang berisiko tertular.
Dinkes Parimo berharap, penguatan penelusuran kontak melalui “Mari Libas TB” dapat memperluas cakupan pemeriksaan, sekaligus mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis di daerah setempat.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati














