PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, meminta organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat penyiapan dokumen investasi untuk memperluas produk yang dapat ditawarkan kepada investor.
“Kita punya banyak komoditi unggulan. Ini yang kita bahas bersama untuk segera melengkapi dokumennya selengkap-lengkapnya, dengan status lokasi atau titik yang akan kita ajukan untuk tawaran investasi,” ujar Erwin saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis Peluang Investasi Daerah serta Pengoptimalan Sumber Daya Alam di Ruang Rapat Bupati Parimo, Kamis, 17 September 2026.
Ia mengatakan, potensi yang dapat dikembangkan untuk ditawarkan kepada investor tidak hanya terbatas pada dua produk tersebut. Sejumlah sektor yang disebutnya memiliki peluang antara lain perikanan, udang, durian, kakao, kelapa dalam, sapi perah hingga pariwisata.
Menurutnya, sektor pariwisata juga perlu dipersiapkan sebagai salah satu produk investasi. Parimo memiliki sejumlah pulau dan kawasan pesisir yang berpotensi dikembangkan secara lebih optimal.
“Kita punya banyak pulau, pasir dan sebagainya. Kalau ini dikelola dengan baik, saya kira bisa dimanfaatkan untuk menambah sumber daya dan juga lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” katanya.
Erwin juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan lokasi sebelum suatu produk ditawarkan kepada investor.
Status lahan, titik lokasi dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku harus dipastikan agar tidak menjadi kendala dalam proses investasi.
“Statusnya harus dipastikan dulu, agar tidak salah dalam menyusun. Begitu dokumen resmi kita lengkap, kalau kita bertemu dengan pihak-pihak, terutama di Menteri Investasi, kita bisa menawarkan ini dengan dokumen yang sudah lengkap dan persyaratan sudah terpenuhi,” jelasnya.
Selain dokumen, Erwin meminta setiap calon lokasi investasi dilengkapi dokumentasi berupa foto maupun video.
Menurutnya, kelengkapan tersebut akan membantu memperkuat bahan promosi investasi yang disiapkan pemerintah daerah.
Ia meminta seluruh OPD terkait segera menyusun dan melengkapi dokumen potensi investasi masing-masing, untuk selanjutnya ditawarkan melalui task force IPRO.
“Saya minta semua OPD langsung bergerak. Harapan ini benar-benar menghasilkan hasil yang baik, sehingga dokumen ini bisa kita lengkapi dan bisa kita tawarkan dalam task force IPRO,” tandasnya.
Diketahui, Parimo telah memiliki dua produk yang telah disusun dalam Investment Project to Offer (IPRO), yakni sapi perah dan kelapa dalam. Kedua produk tersebut telah masuk dalam kurasi investasi secara nasional.
Baca berita lainnya di Google News














