PALU, theopini.id – Sebanyak 18 siswa Dirgantara Flight School Palu mengikuti praktik pemindahan korban dan penanganan cedera alat gerak saat melakukan kunjungan edukasi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu, Kamis, 29 Oktober 2026.
Kegiatan ini, memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal dasar-dasar pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR), termasuk langkah awal dalam membantu korban secara tepat dan aman saat menghadapi situasi darurat.
Selain praktik penanganan korban, para siswa juga mendapatkan materi mengenai tugas dan fungsi Basarnas serta pengenalan berbagai peralatan SAR yang digunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Koordinator kegiatan, Muh. Rifaldi mengatakan, kunjungan edukasi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat tugas Basarnas, sekaligus memahami pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
“Kami berharap pengetahuan dan praktik yang diberikan ini dapat menjadi bekal ilmu SAR bagi para siswa, sehingga bisa mereka terapkan ketika dibutuhkan, terutama saat menghadapi situasi darurat dan membantu orang lain,” ujarnya.
Kunjungan tersebut, diikuti 18 siswa bersama dua orang pendamping. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memiliki wawasan lebih luas mengenai keselamatan dan kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Basarnas Palu terus membuka ruang edukasi bagi masyarakat, termasuk kalangan pelajar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman tentang keselamatan serta pencarian dan pertolongan.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Indah Nurrahma Safira















