PALU, theopini.id — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah mengusulkan penguatan moderasi beragama bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa), untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan dalam menjaga kerukunan serta mencegah potensi konflik sosial di masyarakat.
“Sebagai aparat teritorial, mereka perlu dibekali pemahaman tentang moderasi beragama karena Babinsa bertugas langsung di lingkungan masyarakat,” kata Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, di Palu, Jum’at, 25 September 2026.
Menurutnya, Kodam XXIII/Palakawira perlu mempertimbangkan usulan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, pemahaman tentang moderasi beragama juga dapat membantu aparat dalam menjaga perdamaian dan membangun kehidupan masyarakat yang toleran di tengah keberagaman.
“Kami telah bertemu pejabat Kodam XXIII/Palakawira pada Kamis, 24 September 2026, dan kami siap membuka ruang kerja sama untuk penguatan moderasi beragama,” ujarnya.
Zainal menilai ketahanan nasional perlu dibangun dari tingkat paling dasar. Karena itu, masyarakat sebagai kekuatan bangsa perlu mendapatkan pemahaman mengenai kerukunan, toleransi, dan keberagaman.
“Dalam konteks berbangsa dan bernegara, semuanya adalah saudara,” katanya.
Ia mengatakan sikap saling menyayangi, menghargai, dan mengasihi perlu terus diperkuat di tengah perbedaan.
Menurutnya, militer sebagai salah satu komponen strategis pertahanan tidak hanya berperan menjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada masyarakat mengenai pentingnya perdamaian.
“Babinsa berhadapan langsung dengan masyarakat. Sehingga moderasi beragama yang diberikan kepada mereka diharapkan dapat diteruskan sampai ke akar rumput atau masyarakat,” ucapnya.
Zainal mengatakan, FKUB Sulawesi Tengah terus memasifkan kampanye moderasi beragama untuk menjaga kerukunan umat beragama di tengah maraknya isu intoleransi dan ujaran kebencian di media sosial yang berpotensi memicu konflik horizontal.
Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perbedaan keyakinan, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak persaudaraan.
“Perbedaan merupakan anugerah yang datang dari Tuhan. Kemanunggalan TNI dan rakyat harus semakin kokoh dan kuat untuk merawat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Moh Abdillah Novandi















