PARIMO, theopini.id – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase, mendorong pengembangan perpustakaan hingga ke setiap desa untuk memperluas akses bacaan dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.
Upaya tersebut, menjadi perhatian menyusul posisi Parigi Moutong yang berada di peringkat ke-12 dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah dalam penilaian indeks literasi dan tingkat kegemaran membaca.
“Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk membangun budaya membaca, meningkatkan kemampuan literasi, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan,” ujar Erwin saat membuka Festival Literasi Tahun 2026 di Gedung Perpustakaan Daerah Parimo, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Festival Literasi, dan berharap kegiatan itu dapat mendorong tumbuhnya budaya membaca di tengah masyarakat.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan memahami, mengolah, serta menganalisis informasi.
“Peningkatan literasi membutuhkan dukungan berbagai pihak dan program yang berkelanjutan,” ujarnya
Ia meminta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah mengupayakan keberadaan perpustakaan di setiap desa.
Erwin juga mengharapkan dukungan DPRD Parimo, khususnya Komisi IV, untuk mengawal peningkatan anggaran pembangunan fasilitas literasi di wilayah pedesaan.
Selain memperluas akses bacaan, ia mendorong optimalisasi Gedung Perpustakaan Daerah agar menjadi ruang belajar yang nyaman dan menarik, terutama bagi anak-anak dan pelajar.
“Pembenahan taman literasi serta perawatan koleksi buku juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung,” imbuhnya.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, pengelola perpustakaan diminta terus berinovasi agar masyarakat tetap tertarik membaca buku secara langsung.
Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang publik untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan.
Bupati Erwin menekankan, pentingnya perhatian terhadap anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar agar mereka memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses bahan bacaan dan informasi.
“Pemerintah Daeran (Pemda) Parimo berharap Festival Literasi dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
Laporan: Israwati















