PARIMO, theopini.id – Seorang pria paruh baya berinisial SJ (65) warga Dusun Argosari, Desa Kotaraya Barat, Kecamatan Mepangan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah ditemukan tewas di rumahnya, Minggu, 30 Oktober 2022.
“Kami menerima laporan dari warga bernama Sutikno melalui telpon sekitar pukul 18.10 WITA tentang penemuan mayat,” ungkap Kapolsek Tomini, IPDA Jusman Bakri, dalam keterangan resminya, Minggu malam.
Baca Juga : Warga Masigi Geger Penemuan Mayat Perempuan Terkunci di Dalam Rumah
Atas laporan tersebut, ia langsung memerintahkan anggotanya mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan.
Dari pemeriksaan di TKP, kata dia, diketahui korban pertama kali ditemukan saksi mata bernama Winaryanto tetangganya.
Saat dimintai keterangan, Winaryanto mengaku korban tidak terlihat sejak Sabtu, 29 Oktober 2022. Bahkan, lampu di rumahnya tidak dinyalakan sepanjang malam.
“Pada Minggu, 30 Oktober 2022 pukul 17.40 WITA, akhirnya saksi mengecek rumah korban dengan mengetuk pintu rumah serta memanggil nama korban, namun korban tidak menjawab,” kata dia.
Kemudian, Winaryanto mengintip lewat celah pintu samping rumah korban, dan melihat seperti kepala manusia di pintu dapur.
Sehingga, saksi memastikan langsung dengan membuka pintu samping rumah dan mendekati serta melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi tengkurap menyamping.
“Saat ditemukan ada darah yang keluar di bagian kepala. Saksi mata langsung lari ke jalan dan ketemu dengan Sutikno. Lalu saksi menceritakan apa yang dilihatnya dengan nada bicara ketakutan,” kata dia.
Selanjutnya, saksi bersama Sutikno kembali ke rumah korban, untuk memastikan kejadian tersebut. Kemudian, Sutikno langsung menghubungi pihak Kepolisian.
“Menurut saksi Winaryanto, korban pernah mengeluh menderita sakit tekanan darah tinggi,” terangnya.
Baca Juga : Mayat Perempuan Diduga ODGJ Ditemukan di Halte Rumah Sakit
Sekitar pukul 19.30 WITA, jenazah pria paruh baya tersebut di bawa ke Puskesmas Mepanga untuk dilakukan visum. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.
“Tidak menutup kemungkinan beberapa keluarga korban masih belum merasa puas dengan adanya kematian korban, sehingga dilakukan visum di Puskesmas Mepanga, meskipun sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan di rumahnya,” pungkasnya.
Sumber : Humas Polsek Tomini















