Usai 24 Jam Diblokade, Jalan Penghubung 2 Desa di Parimo Akhirnya Dibuka

PARIMO, theopini.idJalan penghubung 2 desa di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, yang sempat diblokade warga kurang lebih 24 jam, akhirnya di buka.  

Pembukaan blokade dilakukan sekitar pukul 13.17 WITA, Minggu, 19 Maret 2023, usai Kepolisian Resor (Polres) Parimo melakukan proses mediasi.

“Hari ini, sekitar pukul 10.30 WITA, Unit Opsnal Satintelkam Polres Parimo bersama Personel Polsek Ampibabo, telah melakukan pendekatan untuk memberikan pencerahan serta problem solving yang baik, dengan beberapa elemen masyarakat,” kata Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono, dihubungi, Minggu.

Baca Juga: Aksi Protes, Warga Blokade Jalur Penghubung 2 Desa di Parimo

Menurutnya, saat pendekatan dengan para tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tanampedagi, pihaknya menyampaikan tentang dampak penutupan jalan yang mengganggu arus lalu lintas antardesa.

Selain itu, tentang penutupan jalan yang dapat menimbulkan permasalahan Kamtibmas serta konflik sosial. Sehingga, para tokoh-tokoh di Desa Tanampedagi akhirnya bersedia membuka blokade jalan.

“Para tokoh dan Pemdes Tanampedagi menyetujui akses jalan dibuka kembali, dengan catatan Pemerintah Daerah (Pemda) harus bersedia memperbaiki jalan tersebut,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kata dia, pada Senin, 20 Maret 2023, akan dilakukan rapat bersama Forkopincam Ampibabo untuk menyikapi permintaan masyarakat.

Yudy menuturkan, proses mediasi yang dilaksanakan pihaknya berjalan lancar dan kondusif. Ia berharap, masyarakat dapat menyadari tentang pentingnya akses jalan bagi mobilisasi perekonomian.

“Pemda juga harus turun mendengarkan aspirasi masyarakat ini, dan ditindaklanjuti serta tidak dengan janji saja,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tanampedagi, Mustan Asana mengaku, blokade jalur penghubung Desa Tanampedagi dan Desa Pangku, dilakukan warga karena merasa kecewa terhadap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan di desa setempat.

Selaku Pemdes, kata dia, pihaknya setiap tahun telah mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan Desa Tanampedagi saat musyawarah tingkat kecamatan.

Bahkan, membuat proposal usulan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Namun, tak membuahkan hasil.

Baca Juga: Jalur Trans Sulawesi Parimo Kembali Dilalui Pengendara Bermotor

“Kami sudah usulkan. Tapi memang, Pemdes hanya sebatas mengusulkan, sementara penguasa kebijakan adalah kabupaten,” pungkasnya.   

Diketahui, warga Desa Tanampedagi yang kecewa dengan pemerintah, melakukan aksi protes dengan memblokade jalur penghubung dua desa, sekitar pukul 8:00 WITA, pada Sabtu, 18 Maret 2023.

Komentar