Perayaan Lebaran Ketupat Diharapkan Jadi Ajang Introspeksi Diri

PARIMO, theopini.id Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berharap perayaan lebaran ketupat yang dilaksanakan warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi menjadi ajang introspeksi diri, dan saling bermaaf-maafkan antar sesama.

“Ini merupakan tradisi islam nusantara, yang harus terus dilestarikan,” ucap Bupati Parimo dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir Lewis, di perayaan lebaran ketupat 2023, Sabtu, 29 April 2023.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Parimo Jadi Ajang Pererat Silaturahmi

Menurutnya, kegiatan yang rutin dilaksanakan di Kelurahan Bantaya ini, kiranya bukan saja sekedar menyantap ketupat dan sajian makanan lainnya.

Sebab, perayaan lebaran ketupat memiliki banyak makna. Salah satunya, saling memaafkan dan menjaga tali silahturahmi sesama masyarakat.

“Sehingga, terwujudnya Kabupaten Parimo yang harmonis. Khususnya warga Kelurahan Bantaya,” katanya.

Perayaan lebaran ketupat, kata dia, merupakan kegiatan pasca lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1444, yang digelar di sepanjang tanggul Kelurahan Bantaya ini, mendapat antusias dari warga di luar dari Kelurahan Bantaya.

Baca Juga: Polres Parimo Kerahkan 225 Personil Amankan Mudik Lebaran

Sehingga dari perayaan ini, Pemda Parimo berharap masyarakat memahami symbol-simbol serta makna yang terkandung di dalamnya.

“Ini saatnya kita menyambung kembali tali persaudaraan. Karena sesungguhnya maaf-memaafkan merupakan perbuatan terpuji yang dimuliakan,” pungkasnya.

Komentar