the OPINI
No Result
View All Result
  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa
No Result
View All Result
the OPINI
No Result
View All Result
Home Daerah

Festival Tradisi Kehidupan Disambut Antusias Warga Peura

the OPINIbythe OPINI
8 Juni 2023
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
the OPINIbythe OPINI
8 Juni 2023
in Daerah
Reading Time: 3 mins read
Festival Tradisi Kehidupan Disambut Antusias Warga Peura

Tetua adat mengikuti pembukaan Festival Tradisi Kehidupan 2023, di Banua Mpogpmbo Desa Peura, Kecamatan Pamona Puselembah, Poso, Rabu 7 Juni 2023. (Foto : Yardin)

Baca Juga

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

TENTENA, theopini.id – Festival Tradisi Kehidupan 2023, yang dimulai pada Rabu malam, 7 Juni 2023, disambut antuasias warga Desa Peura Kecamatan Pamona Puselemba.

Ratusan warga, dan tetua adat memadati Banua Mpogombo Desa Peura yang terletak 73 kilometer dari Kota Poso, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Festival Tradisi Kehidupan 2023, dibuka dengan dua buah pemutaran film, pertama tentang sejarah Desa Peura dan kedua tentang kehidupan sehari hari warga desa, yang masing-masing berdurasi 17 menit. 

Baca Juga: Festival Lestari, Wagub Samuel: Upaya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Sulteng

Sejumlah tokoh tampil memberikan testimoninya pada pembukaan festival ini. Salah satunya, Alex Salua Kepala Desa Salua periode 2003 – 2008, pada testimoni yang disampaikan dalam bahasa Pamona, mengatakan, dipilihnya Desa  Peura sebagai tuan rumah perhelatan Festival Kehidupan yang pertama bukan tanpa alasan.

Menurutya, Desa Peura berasal dari kata Meuranaka yang berarti bergeser. Kata ini, kemudian mengalami perubahan menjadi Meura.

“Peristiwa ini, terjadi pada 18 Oktober 1898. Pascahadirnya Hindia Belanda Meura, berubah menjadi Peura yang diabadikan menjadi nama desa,” ungkapnya.

Selain itu, Fera Nindaya Mosero warga Peura, yang tak fasih berbahasa Pamona menyampaikan testimoninya dalam bahasa Indonesia.

”Tado siang saya antar dua warga Swiss ke sawah. Di sana mereka ikut bekerja seperti halnya warga biasa,” katanya.

Warga Swiss itu, tambahnya, ikut merasa kehidupan warga desa, sesuatu yang tak pernah mereka rasakan di negaranya. ”Dorang ikut pikul padi seperti warga biasa,” ujarnya. 

Umumnya, testimoni yang disampaikan para tetua adat adalah meminta warga penutur Bahasa Pamona di Poso tidak mengabaikan bahasa ibu mereka.

”Jika bahasa sudah dilupakan maka budaya lainnya akan ikut lupa,” ungkap Ngkai Modjanggo memotivasi.

Lian Gogali dari Mosintuwu Institut yang mendukung festival ini, menjelaskan tujuan festival tradisi kehidupan adalah membangun jaringan antar Pomatua Ada Pamona di Kabupaten Poso.

Kemudian, berbagi informasi dan pengetahuan serta pengalaman tentang Ada Pombetirinai serta menyusun dan merencanakan upaya untuk menjaga, melestarikan kearifan lokal dalam Pombetirinai.

“Terakhir, adalah menginternalisasi nilai-nilai Ada Pombetirinai,” imbuhnya.

Dia mengatakan, festival dimulai dengan kehadiran para Pomatua Ada (tetua adat) dan seluruh warga Desa Peura.

Berkumpul di balai desa, mengikuti film pendek tentang Desa Peura, mendengarkan cerita tentang sejarah serta pernak pernik mengenai Desa Peura.

Kegiatan ini, menjadi bagian dari Festival Tradisi Kehidupan sebagai proses internalisasi sejarah desa Peura kepada masyarakat desa. Terutama generasi muda agar tidak merupakan akar dan sejarah desanya.

”Para Pomatua Ada dari luar desa diajak untuk ikut menjaga sejarah desa dan meneruskannya agar bisa menjaga keberlanjutan tradisi kehidupan yang ada di desa masing-masing,” urainya.

Baca Juga: Festival Durian Ditunda, Sekda Zulfinasran: Sesuaikan Waktu Presiden Jokowi

Pada hari ini, 8 Juni 2023, festival akan disi dengan diskusi kelompok Ada Pombetirinai serta bagaimana memahamo Ada Pombetirinai.

Festival akan berakhir sore hari diisi dengan kesenian tradisi Desa Peura, seperti Moende, Molaolita, Mobolingoni serta Kayori. ***

Bagikan ini:

  • Postingan

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: #DesaPeura#FestivalTradisiKehidupan#KecamatanPamonaPuselemba#Sulteng
ShareSendTweet
Previous Post

Tercacat dalam LHP-BPK RI, Tiga Kepsek Diminta Kembalikan Uang Negara

Next Post

Hasil Laboratorium, Ternak Mati Mendadak di Parimo Positif Virus ASF

the OPINI

the OPINI

Related Posts

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

15 Oktober 2026
Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

15 Oktober 2026
Parimo Jadi Kabupaten Pertama di Sulteng Terapkan KKN Tematik Integrasi NIB-NOP

Parimo Jadi Kabupaten Pertama di Sulteng Terapkan KKN Tematik Integrasi NIB-NOP

15 Oktober 2026
Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

Kemampuan Keuangan Terbatas, Pemda Parimo Tekankan Prioritas Belanja APBD-P 2026

14 Oktober 2026
Pemda Buol Susun Peta Jalan Pengembangan Kawasan Agropolitan

Pemda Buol Susun Peta Jalan Pengembangan Kawasan Agropolitan

13 Oktober 2026
Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

13 Oktober 2026

ARTIKEL TERKINI

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

Pelantikan Kadis Disdikbud Parimo Ditunda, Bupati Tunggu Putusan PTUN

15 Oktober 2026
Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

Lantik 18 Pejabat Eselon II, Bupati Parimo: Kinerja Buruk Terancam Nonjob

15 Oktober 2026
Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

Bupati Parimo Lantik 18 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya

15 Oktober 2026
Pemda Parimo Fasilitasi Sidang Isbat Nikah Terpadu, 25 Pasangan Lolos Verifikasi

Pemda Parimo Fasilitasi Sidang Isbat Nikah Terpadu, 25 Pasangan Lolos Verifikasi

15 Oktober 2026
Erwin Dorong Sinergi PKB dan Pemerintah Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Parimo

Erwin Dorong Sinergi PKB dan Pemerintah Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Parimo

15 Oktober 2026
Load More

PILIHAN EDITOR

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Anwar Hafid Imbau Gunakan Masker

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga, Anwar Hafid Imbau Gunakan Masker

11 Oktober 2026
Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Bupati Banggai Tekankan Integritas dalam Pengadaan Barang dan Jasa

13 Oktober 2026
Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

Anwar Hafid Ikut Donor Darah, Demokrat Sulteng Ajak Masyarakat Bantu Sesama

14 Oktober 2026
Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

Peternakan Sapi Perah Parimo Tembus Enam Besar Proyek IPRO Nasional

10 Oktober 2026
Kualitas Udara Parimo Diprediksi Sedang, BMKG Ingatkan Potensi Perubahan Polutan

Kualitas Udara Parimo Diprediksi Sedang, BMKG Ingatkan Potensi Perubahan Polutan

13 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
PERS MERDEKA

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

  • Login
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ekonomi
  • Parlemen
  • Hukum Kriminal
  • Nasional
  • Olahraga
  • Ragam
  • Karya Anak Bangsa

© 2026 | PT. Opinion Indonesia Group

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
%d