PALU, theopini.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, perubahan iklim yang mengakutkan saat ini, akan menjadi peluang green ekonomi, karena Indonesia memiliki kekuatan dan potensi besar.
“Perubahan iklim tidak kalah menakutkan, dan dirasakan hampir semua negara di dunia. Yang biasanya dingin, jadi panas dan lebih panas. Hal ini, harus kita sikapi dengan bijak,” kata Jokowi, saat menghadiri Mahasabha XII Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indoensia (KMHDI), di Kota Palu, Rabu, 30 Agustus 2023.
Baca Juga: 1.023 Personel Diterjunkan Amankan Kunjungan Presiden Jokowi di Palu
Ia menyebut, untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, seluruh negara berbondong-bondong masuk ke green ekonomi.
Potensi yang dimiliki Indonesia, seperti 434 ribu energi hijau, kawasan industri hijau seluas 30 ribu hektar di Kalimantan Utara, akan menjadi kekuatan besar.
“Untuk itu, kewajiban kita bersama, untuk selalu konsisten terhadap visi negara, utamanya taktis, strategi besar, dalam bersaing dengan negara-negara lain,” tukasnya.
Hilirisasi yang sering disampaikannya, bila konsusten dilakukan akan medorong Indonesia menjadi negara maju.
Contohnya, nikel yang diekspor dalam bentuk bahan mentah dengan nilai per tahun Rp30 triliun lebih. Namun setelah dihentikan, dengan barang setengah jadi, semakin meningkat mencapai Rp510 triliun.
“Itu baru satu barang. Kita ini, punya barang-barang yang lain, komuditas lain. Seperti nikel, tembaga, batu bara, semuanya. Satu-satu, gak usah tergesah-gesah. Terus konsisten,” kata dia.
Jokowi mengatakan, tak perlu takut dengan gugatan negara lain, yang telah beberapa kali dilakukan teradap Indonesia.
“Jangan mundur! Saat kita stop pada 2020, kita digugat Uni Eropa. Disampaikan Pak Menteri, kita kalah. Tidak apa-apa kalah, tapi jangan mundur, banding,” tukasnya.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Indonesia Terus Perkuat Perlindungan WNI
Menurutnya, proses banding yang memakan waktu panjang akan menguntungkan, karena pondasi Indonesia akan semakin kuat, dengan adanya berbagai industri.
“Kalau digugat begitu kita mundur. Sampai kapanpun negara ini, tidak akan maju,” pungkasnya.















