PALU, theopini.id – Investor asal China Ms Qiu Aijun dan Mr Ouyang meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah menyiapkan lahan seluas 5000 hektare, untuk penanaman bibit durian.
Hal itu, berdasarkan hasil pertemuan Pemda Parimo bersama investor China tersebut, yang dihadiri Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohamad Yasir didampingi Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Parimo, Nurhidayah Rahma, di Kota Palu, pada Selasa, 26 September 2023.
Baca Juga: Kementan: Varietas Durian Indonesia Belum Tampil di Kanca Dunia
Kegiatan tersebut, dihadiri Kepala Bidang Peraturan Perundang-undangan Maritim Nasional, Asisten Deputi Hukum dan Perjanjian Maritim Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Agustinah, Kepala Bidang Dalak DPMPTSP Provinsi Sulteng, Minarni Nontji.
Pada kesempatan itu, Asisten Yasir mengatakan, Kabupaten Parimo sangat berpotensi untuk pengembangan pembudidayaan durian, karena memiliki luas lahan 3.833,49 hektare.
Kabupaten Parimo pun memiliki jumlah pohon durian sebanyak 383.349, dengan rata-rata produksi per tahun mencapai 305.419 ton.
“Dengan luas lahan tersebut, Pemda Parimo memiliki 5 rayon penghasil buah durian, yaitu, Moutong Raya, Tomini Raya, Eks Ampibabo, Eks Parigi dan juga Tobasa. Produksi dari 5 Rayon tersebut sudah mampu menembus kepasar mancanegara, seperti Thailand,” ujarnya.
Hanya saja, terdapat beberapa permasalahan dalam pengembangan durian di Kabupaten Parimo, di antaranya, belum adanya perkebunan intensif, kurangnya pengetahuan pelaku usaha maupun petani tentang standarisasi ekspor.
Kemudian, masih kurangnya penyimpanan yang berstandar teknis, untuk menampung hasil produksi durian serta hama dan penyakit yang menyerang tanaman tersebut.
“Melihat standarisasi ekspor saat ini begitu ketat, maka kami melalui investor yang masuk ke daerah, meminta agar dapat membangun packing house untuk menjaga kualitas buah durian pada saat dilakukan pengeksporan keluar daerah maupun keluar negeri,” ujarnya.
Soal permintaan investor lahan seluas 5.000 Ha, Pemda Parimo meminta agar pada penanaman hingga saat panen dapat melibatkan masyarakat lokal disekitar lokasi.
“Kami sudah nyatakan siap untuk permintaan lahan seluas 5.000 hektar,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Investor China, Ms Qiu mengatakan secepatnya akan menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut, bersama Kemenko Marves.
Baca Juga: Lirik Budidaya Durian di Sulteng, Investor China Berkunjung ke Parimo
Ia juga meminta dalam sepekan ke depan, Pemda Parimo dapat mempersiapkan data terkait situasi dan kadar tanah di lahan yang akan ditanami bibit durian.
“Saya selaku Investor, meminta data yang terperinci sesuai dengan keadaan di lokasi dan kadar tanahnya,” pungkasnya.







Komentar