dr Andreas Sofiandi: Banyak Penderita Katarak Pasrah Menerima Kebutaan

PARIMO, theopini.id Ketua Himpunan Bersatu Teguh (HBT), Dokter Spesialis Mata, Andreas Sofiandi mengatakan, banyak penderita katarak yang menerima kebutaan, karena menganggap akibat faktor usia lanjut.

“Padahal, penyakit katarak ini bisa ditangani, diobati melalui operasi dan tidak sulit,” kata dr Andreas Sofiandi, saat berpatisipasi alam opreasi katarak gratis Kementerian Sosial (Kemensos) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Minggu, 10 Februari 2024.

Baca Juga: Penuhi Janji, Menteri Risma Tinjau Operasi Katarak Gratis di Parimo

Selain itu, kata dia, pelayanan kesehatan mata di sejumlah provinsi di Indonesia masih sangat minim. Salah satunya, di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Olehnya, ia mengapresiasi operasi katarak gratis yang digagas Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini agar penderita katarak di Kabupaten Parimo, segera mendapat penanganan.

“Operasi katarak hanya 10 menit. Di sini (Kabutapen Parimo) ada 188 pasien yang tertangani dalam sehari, dengan bantuan empat dokter,” imbuhnya.

Apalagi, menurutnya, Indonesia tertinggi penderita katarak di ASIA Tenggara, dan urutan kedua di dunia. Sehingga, HBT berperan menekan tingkat kebutaan di tanah air, yang sejalan dengan program Kemensos.

“Katarak ini, permasalahan yang terus menerus tidak berhenti. Jadi, kita kejar-kejaran antara bagimana menanganinya dengan menekan tingkat kebutaan itu, melalui kegiatan operasi gratis seperti ini,” tukasnya.

Baca Juga: Dibantu Menteri Risma, Penderita Katarak di Parimo Akan Jalani Operasi Gratis

Diketahui, Kemensos menggelar operasi katarak di RSUD Anuntaloko Parigi, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) serta HBT.

Operasi kataran yang ditinjau langsung Menteri Risma tersebut, dilaksanakan selama dua hari, sejak Sabtu, 9 Maret 2024 dan berakhir pada Minggu, 10 Maret 2024.

Komentar